Showing posts with label Life Journey. Show all posts
Showing posts with label Life Journey. Show all posts

Tentang Progress..

By sulthan on Sunday, May 21, 2017


Kesuksesan tidak terjadi dalam semalam, dan tidak ada yang bisa menjamin kapan kita akan meraihnya. Tugas utama kita bukan untuk sukses, namun untuk terus berusaha.. Let Allah decide the end result..

Saya jadi ingat jaman bikin TA (tugas akhir) waktu kuliah di ITB dulu. Saya pengen banget mengambil topik & dibimbing oleh dosen pembimbing sy. However, beliau punya keluarga di luar negeri sehingga harus bolak balik kesana (kalo gak salah) setiap 3 bulan sekali. Pilihannya adalah, saya tetap menjadi anak bimbing beliau tapi: lulus maret 2010 (karena manunggu beliau pulang dr ln), atau lulus Juli 2009 yang artinya sy punya waktu hanya sekitar 4 bulan untuk mengerjakan TA (blm urusan gonta ganti topiknya 😑), atau ganti pembimbing. Gak bisa ikut batch kelulusan Oktober seperti mayoritas mahasiswa lainnya. Pilihannya cuma lulus lebih cepet, atau ga.

Challenge accepted, sy coba kejar TA selama 3/4 bulan itu. Dan bener-bener challenging karena basically sy tipe mahasiswa biasa aja, yg ttp suka titip absen & ngerjain tugas SKS ✌ tapi sy berusaha untuk tetap menjaga prinsip 'never zero progress'. Setiap hari, sy kerjakan TA walau cuma 1 paragraf, dan sy kejar pembimbing untuk rutin bimbingan seminggu sekali. Dengan survey lapangan kilat yang alhamdulillah nya dibantu teman-teman sy, akhirnya sy berhasil juga ngejar lulus Juli & jadi lulusan ke 3 di angkatan saya. 18 Juli 2009.. Saya bersama 2 orang teman seangkatan diwisuda bersama senior-senior (teman-teman lain menyusul kemudian di bulan Oktober & Maret). Alhamdulillah..

So the point is, penting untuk yakin bahwa selama kita terus berusaha & yakin, titik terang akan mulai terlihat sedikit demi sedikit untuk apapun permasalahannya.. So, just keep going! Don't quit. Because no matter how small it is, progress is progress.. :)

#bintansays
#bintanandbusiness
Selengkapnya

Suplemen Pendamping Kemoterapi

By sulthan on Thursday, January 26, 2017

Dari kiri atas ke bawah: jus buah sayur, susu, wheat grass, jamu mangandeuh, jamu kunyit

Sudah setahun sejak suami saya, Tessal, divonis kanker usus besar stadium 3. Sudah hampir setahun juga sejak operasi pengangkatan usus, dan sudah 5 bulan berlalu sejak kemoterapi terakhir. Sekarang? Alhamdulillah suami saya fit, sudah full lepas obat, dan sudah kembali beraktifitas seperti biasa. Walaupun kami masih harus menjaga makan &; lifestyle selama minimal 2 tahun sebelum akhirnya bisa mengklaim diri sebagai cancer survivor (kontrol dan tes rutin masih tetap harus dilakukan sampai 2 tahun ke depan. Baca lengkapnya di post ini).

Saat suami saya divonis kanker, berbagai macam informasi alternatif pengobatan bermunculan di hadapan kami, tapi akhirnya dengan dukungan penuh dari keluarga, kami mengambil jalan tengah. Kami tetap mengikuti prosedur medis yang memang sudah ada, which were operasi dan kemoterapi, tapi menggunakan asupan herbal dan natural sebagai suplemen untuk mendukung daya tahan tubuh suami saya selama proses kemoterapi, because you know.. Chemotherapy was so eeerrgghh.. (baca cerita kemoterapi suami saya disini).

Dan.. Di post kali ini saya ingin berbagi review tentang aneka supplemen herbal yang dikonsumsi oleh suami saya selama proses kemoterapi dan dilanjutkan sekarang. Note that bahkan sampai sekarang, saya masih menyediakan aneka jejamuan ini untuk suami saya setiap hari 2x sehari. Will never stop until he is claimed as a cancer free person. Post ini juga saya tujukan untuk teman saya Anggi yang sempat bertanya pada saya tentang ini tapi belum sempat saya balas dengan mendetail sampai sekarang (sorry Anggiiii.. Here's for you yaaa). So here it is.. Aneka suplemen dan jamu untuk pendamping kemoterapi.

1. Jamu Kunyit
Kunyit gede atau bahasa kerennya turmeric mengandung anti-oxidant dan anti-inflamatory yang sangat kuat. Menurut Cancer Research UK, curcumin (kandungan utama kunyit) memiliki efek anti kanker. Dia mampu membunuh sel kanker dan mencegah pertumbuhannya, terutama pada kanker payudara, usus, dan kulit. Studi lainnya dari Amerika di tahun 2007 mengatakan bahwa proses kemoterapi yang dikombinasikan dengan konsumsi curcumin memiliki efek membunuh sel kanker yang lebih hebat daripada jika kemoterapi dilakukan sendiri. Jamu kunyit ini biasa saya bikin manual dengan bantuan ibu saya (kunyit gede & kunyit putih direbus gitu), atau kalau mau praktis dan untuk traveling, saya pakai yang sudah berbentuk bubuk (yes, even traveling pun tak lupa jamu kunyit). Jamu ini dicampur oleh air asam jawa /apple cider vinegar dan gula jawa atau madu, supaya rasanya lebih enak. FYI, untuk menemani suami supaya dia mau minum, saya juga rutin minum ini. Hehe..

2. Jamu Batang Mangandeuh/Benalu
Batang mangandeuh ini di-supply oleh mama mertua saya dari Subang. Cara bikinnya direbus di kendi tanah liat sampai airnya kecoklatan. Manfaat yang paling terasa dari jamu ini adalah untuk mengurangi efek kesemutan di ujung-ujung jari setelah kemoterapi.

3. Juice Buah & Sayur
Saya invest di slow juicer untuk membuat sari buah dan sayur untuk suami saya. Kadang rasanya gak karu-karuan memang karena saya campur macam-macam buah dan sayur yang khususnya cancer fighter seperti bit & wortel, tapi saya paksa aja cekokin dia buat minum. Hehe..

4. Wheat Grass Powder
Wheat grass mengandung klorofil, selenium, dan laetril sebagai agen 'penyerang' kanker. Selain itu, wheat grass dikenal sebagai makanan yang bersifat alkali (kanker tumbuh karena kondisi tubuh sangat asam), oleh karena itu bagus untuk mendukung 'penyerangan sel kanker'. Wheat grass powder ini bisa dibeli di toko-toko organik dengan harga kurang lebih Rp 95.000 per jar. Kalau toko organik favorit saya itu www.nourishindonesia.com

5. Susu Suplemen Peptamen
Selesai operasi dan saat belum bisa makan, suami saya hanya minum susu peptamen ini, tapi tetap kami lanjutkan selama proses kemoterapi karena kandungan nutrisinya yang memang tinggi. Sekarang, suami saya sudah tidak minum lagi karena sepertinya susu ini berkontribusi meningkatkan berat badan dengan cukup cepat (tetep maunya ganteng. Wkwk).

6. Ekstrak Drop Jamur Maitake
Fungsi utama dari kandungan jamur maitake adalah mencegah pertumbuhan sel tumor. Kami mendapatkan vitamin ini dari salah satu kolega suami di Korea. Saya sempat ngerasain juga. Enaaak.. Hehe.. Tapi konsumsi berakhir setelah 2 botol habis karena ternyata belinya di Singapore dan harganya juga lumayan (sekitar 125 SGD per botol).



7. Transfer Factor
Yang ini, saya dan Zeya juga minum. Dari semua vitamin, ini yang masih kami minum sampai sekarang. Harganya memang cukup mahal, sekitar Rp 800.000 1 botolnya. Tapi vitamin ini super oke bangeeettt.. Sebagai 'pendidik sistem imun', vitamin ini mensupport sistem imun kita untuk tahan & menyerang saat diserang. Saya sampai jadi member demi bisa dapat TF ini dengan harga member.



8. Celergen
Nah ini another super power vitamin yang asalnya dari Swiss. Celergen diekstrak dari hewan laut dan berfungsi untuk menutrisi sel & menghambat penuaan dini. Obat awet mudah celeb-celeb Hollywood ceritanya.. Hehe.. Untuk 30 butir pil, harganya sekitar USD 350, dan kami beruntung banget karena dihadiahi 1 box oleh teman saya tersayang (Thanks Pipi! :*).



9. Propolis
Propolis berasal dari air lebah dan digunakan oleh para lebah untuk menambal sarang, mencegahnya dari serangan bakteri, virus, dan jamur. Kandungan utamanya bioflavonoid yang bermanfaat sebagai anti oksidan dan menjaga vitalitas pembuluh darah, karena salah satu efek kemoterapi adalah pembuluh darah menjadi lebih kecil dan rapuh (sempat pada satu sesi kemoterapi, pembuluh darah suami saya mendadak susah dicari sehingga harus berkali-kali ditusuk :(). Propolis ini diminum dengan cara 12 tetes dicampur ke dalam air hangat dan diaduk menggunakan sendok kayu/plastik.



10. Madu
Sama seperti propolis, madu mengandung banyak flavonoid, dan banyak sekali manfaat madu yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi, mulai dari manuka honey sampai madu herbal, suami saya minum 2 sendok teh (sendok kayu atau plastik) setiap pagi dan malam).



11. Kangen Water/Zam-zam
Kangen water dan air zam-zam bersifat alkali (basa), sehingga di kesehariannya suami saya pasti mengkonsumsi air ini minimal 3 liter.

12. Bawang putih cincang
Bawang putih mengandung zat anti infeksi dan anti radang yang sangat tinggi. Jadi salah satu rutinitas suami saya adalah menelan bawang putih cincang 1 siung, lagi-lagi setiap pagi dan malam.

13. Young Living Essential Oil
I'm an oil kind of person. Saya suka sekali oles-oles essential oil untuk berbagai kebutuhan. Selama suami saya kemoterapi, essential oil jagoan saya adalah; Lemon, untuk menghilangkan rasa mual dan support daya tahan tubuh. Frankincense, essential oil anti kanker paling kuat. Satu tetes di bawah lidah sebelum tidur. Di-Gize, untuk oleh-oles perut kalau kembung. Stress Away; untuk memberikan efek relaks dan nyaman jika efek kemo menyerang. Biasanya saya urutkan (dicampur dengan minyak kelapa/VCO dulu) di punggung dan daerah leher.



14. Air Rebusan Sereh
Sereh ternyata mengandung banyak sekali manfaat, lho! Melindungi kerusakan DNA, menghancurkan patogen jahat, menetralkan radikal bebas, dan sebagainya. Maka, air rebusan sereh menjadi salah satu terapi untuk suami saya walaupun untuk yang satu ini saya kurang rutin kasihnya. *peace!



Tidak ada yang menjamin bahwa mengkonsumsi aneka jamu, vitamin dan makanan di atas pasti kanker sembuh 100%, tapi kita harus terus berusaha dan ikhtiar, right? Pada akhirnya Allah lah yang menyembuhkan, dan pada akhirnya, jangan pernah bertindak 'semau gue', karena dalam ilmu medis pun pengobatan kanker itu sudah ada protokolnya. So always consult to your doctor. Alhamdulillah kami mendapatkan dokter yang open minded dan tidak saklek anti herbal. Konsumsi jamu-jamu ini juga saya sampaikan kepada dokter yang menangani suami dan beliau mendukung selama dosisnya wajar dan memang digunakan sebagai suplemen, bukan sebagai pengganti obat.

Sekarang, perjuangan belum berakhir. Kami masih harus ketat menjaga asupan makan, gaya hidup, dan suplemen ini supaya hasil tes rutin tetap bagus dan si crazy cancer gak balik lagi. Banyak orang bertanya, mau ya suaminya minum segitu banyak jamu? Jawabannya HARUS MAU. Gimanapun harus terus disemangati supaya mau, kalau perlu saya minum juga, gak apa-apa deh. Disuapin, diingetin tiap jam, disodorin depan muka, anything asal dia mau minum. Hehe..

So, for you out there who is battling with cancer or having loved ones fighting cancer, pesan saya cuma satu, jangan berhenti ikhtiar jangan berhenti yakin bahwa pasti sembuh. Beberapa items di atas memang ada yang mahal, tapi alam sudah menyediakan banyak juga alternatif bahan lain yang lebih murah. Semangat meraciknya! Jangan malas! Dan jangan lupa untuk minta sama yang Maha Menyembuhkan untuk mengangat penyakitnya. Insya Allah dengan ikhtiar dan positivity, semua bisa terlalui.. Bukan tidak mungkin karena sudah banyak success story nya. Ok?? SEMANGAT UNTUK KITA SEMUA!! Cheers!

Love,
B

PS: Baca perjalanan saya dan suami menghadapi kanker usus stadium 3 di post-post ini
- Cerita awal
- Setelah pulang dari Rumah Sakit
- Cara membantu pasien kanker
- Pengalaman kemoterapi
- Setelah selesai kemoterapi

Semoga bermanfaat ;)
Selengkapnya

Advices for My Brothers

By sulthan on Tuesday, January 3, 2017




Sebagai sulung dari 5 bersaudara, saya pernah cerita tentang bagaimana rasanya punya adik banyak, dan saat ini, saya lagi galau. Galau karena adik laki-laki pertama saya (anak ketiga)  pergi merantau ke Ternate untuk mengejar mimpinya. Oportunis memang, di saat saya sendiri sejak kuliah sudah ‘merantau’ (walaupun ngekost satu kota, tapi sudah tidak tinggal dengan orang tua), setelah itu ke Australia, lalu tinggal di Korea, tapi saat saya dengar kabar bahwa adik saya diterima kerja di Ternate, saya speechless juga.

Adik saya ini namanya Hilmy, waktu kecil kayaknya dia yang paling sering saya bully karena walaupun laki-laki, tapi perasanya luar biasa. Dikit-dikit berkaca-kaca, mellow.. Jadi seneng ngejailinnya (haha). Tapi walaupun begitu, dia tengil juga. Pernah suatu ketika dia sangat mengganggu saya di kamar saya, saya dorong keluar dari kamar sampai dia tersurung tapi tetap saja tuh hahahihi. Boys.. Beranjak remaja, beuh makin nyebelin. Disuruh susah, super males, gak mau susah, dan hobinya berantem rebutan motor dengan kedua adik laki-lakinya. Belum lagi kebiasannya pelor alias nempel molor, tiduuuurrr mulu. Saya sebagai kakak sampai pusing mikirin masa depan dia.

However, karena saya selalu didoktrin dari kecil untuk jadi panutan, saya gak bosen-bosen untuk menasehati dan menyemangati dia. Walaupun awalnya masuk telinga kiri keluar telinga kanan, tapi lama-lama bondingkami sebagai kakak-adik terbangun cukup kuat. Hal ini juga berlaku untuk ke-empat saudara saya yang lain. Saat kami bingung memutuskan suatu hal, atau ada masalah, siblings pasti jadi salah satu tempat aduan kami. Alhamdulillah, bonding dengan saudara kandung yang kuat membuat kami saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu berada di ‘jalan yang benar’. Kami berlima juga percaya bahwa saudara kandung adalah orang yang bisa banget dalam waktu bersamaan sayang dan benci sama kamu, tapi sesebel-sebelnya, they will always love you after all.. Kalau kata Bahasa Sunda sih, buruk-buruk papan jati. Hehehe.. Anyway, back to Hilmy, saat dia SMA, dia memilih untuk masuk ekskul keamanan dan saat kuliah dia memilih untuk masuk grup pecinta alam. Disinilah external forces dimulai dimana mental dan kedisiplinan dia terlatih. Hasilnya, sekarang dia adalah 23 years old independent, responsible, and kind hearted young man.

And I can’t be more proud..

Dan sekarang, sebagai kakak yang cerewet, jujur saya gak bisa melepas begitu saja tanpa nyanyinyu aneka rupa nasehat. Tapi apa daya waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk saya ceramah panjang lebar secara langsung sama dia. So here it is saran-saran cece untuk kalian adik-adik laki-laki yang sudah beranjak dewasa..

TENTANG PENGEMBANGAN DIRI
1.         Make your dreams bigger than you. Kalau kata Nidji “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia..” it’s true! Jangan takut untuk bermimpi besar, karena itulah yang menggerakan kita. Visualisasikan mimpimu, bikin vision board, ‘angkat ke langit’ dengan doa sepenuh hati.
2.         Investasi waktu, tenaga, dan uang untuk terus belajar & mengembangkan diri. Jangan pernah berhenti belajar, terutama untuk skill-skill yang gak ada sekolahnya. Ilmu agama, bahasa asing, internet marketing, entrepeneurship, soft skills, anything! Jangan lewatkan seharipun tanpa menambah ilmu. Beli buku, ikut seminar, tonton webinar, banyak jalan mencari ilmu.
3.         Exposure is everything. Never miss an opportunity, selagi masih muda.. Visit new places, meet new people, take new roles, be rich! Pengalaman kamu melihat berbagai pola hidup yang berbeda-beda bakal meningkatkan wisdom kamu.
4.         Never enter a battlefield without armors. Dalam segala hal. Mau presentasi? Latihan depan kaca, persiapkan dan proofreadberkali-kali materi presentasi kamu. Mau nikah? Perkaya diri dengan ilmu agama tentang pernikahan, pahami peranmu sebagai suami nantinya. Mau bisnis? Asah skill jualan, belajar bisnis dari buku, video-video pengusaha, dll.
5.         Don’t be afraid of failure and pain, those are part of growing. Be afraid of not learning anything from a circumstance. That’s the real problem.
6.         Have courage and be kind. Jangan takut untuk jadi orang yang ‘terlalu baik’, because you can’t be too nice or too kind. Maybe some people will take advantages of you, but that will be your lesson and that’s their disadvantages, not yours.

TENTANG FINANSIAL
7.         The goal is to BE rich, not to LOOK rich. To be financially secured, not having lots of money. Buat apa gaya kalau untuk hidup sehari-hari aja susah. Buat apa jalan-jalan tinggal di apartment kalo yang cicilin orang tua. Buat apa banyak duit, kalau habis cuma buat cicilan dan makan harus hemat-hemat?
8.         Hiduplah di bawah kemampuan. Berapapun penghasilan kamu, anggaplah kamu hanya bisa hidup di setengah angka tersebut. Sisanya? Tabung, invest. Jangan tergoda untuk menaikkan lifestyle secara cepat. It’s so eazy to scale up your lifestyle, but it’s hard af to scale it down. Jadi, daripada nanti pusing kalau tetiba harus nurunin lifestyle, lebih baik biasakan diri hidup di bawah kemampuan.
9.         Hati-hati dengan hutang. Baca lagi poin nomor 6. Apalagi untuk hutang yang sifatnya konsumtif. Cicil HP? Cicil mobil? Think twice before you decide! Kalau belum ada uangnya, berarti belum mampu.Terlebih, dosa riba nya itu lho.. :/ Ingat pesan cc tentang Delaying Gratification? Latih terus skill itu.
10.   Save & invest while you’re young, while you’re single, jadi kamu gak perlu repotin orang tua (apalagi mertua) saat sudah menikah nanti.

TENTANG CINTA & KELUARGA
11.   Beauty & wealth may fade, choose a wife based on their believes, heart & attitude.
12.   Kamu mungkin akan menemukan wanita yang mau diajak susah, tapi jangan bawa mereka hidup susah untuk waktu yang lama. Gak apa-apa jika saat setelah menikah kamu baru mampu tinggal di kontrakan 1 kamar, tapi bok ya terus ikhtiar & jangan lama-lama disananya. Kosan 1 kamar harus bisa jadi mansion 10 kamar secepat mungkin. Didampingi dalam proses menuju suksesnya itu yang penting, bukan istrimu mau apa gak diajak susah. Jangan salah fokus. Hehe.. Baca lagi post cece tentang “Mau/Gak Mau Diajak Hidup Susah
13.   Laki-laki akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat atas 4 wanita, ibunya, anaknya, saudara perempuannya, dan istrinya. Make time to take care them all, but most of all, muliakan mama..
14.   Jangan anggap istrimu sebagai pengganti ibumu. Jangan harap dia bakal ngerawat dan ngurus kamu seperti mama. Mama bertemu kamu dengan kewajiban untuk melindungi kamu, sedangkan istrimu bertemu kamu dengan harapan untuk dilindungi olehmu. Please understand that. Kasih dia waktu untuk beradaptasi dalam kehidupan rumah tangga. Saling bantu.
15.   Memasak, mencuci, dan tugas rumah tangga lainnya BUKAN (hanya) KEWAJIBAN WANITA, itu adalah basic life skills yang harus dimiliki semua orang baik wanita maupun pria, jadi latihan dari sekarang mumpung masih single, supaya nanti saat istri baru melahirkan, sedang dinas luar kota, atau sedang sakit, kamu bisa survive.
16.   Sesulit apapun hidupmu nanti, usahakan jangan sampai membebani orang tua, apalagi ketika kamu sudah menikah, apalagi sama orang tua istri (mertua), apalagi membebani di urusan DUIT. Orang tua adalah ladang ibadah dan amal kita, jadi jangan pernah sedetikpun terlintas keinginan untuk disupport orang tua lagi, instead, fokuskan pada bagaimana kamu bisa berbakti dan membahagiakan mereka.
17.   It takes two to parent, ayah-Ibu. Pastikan kamu menjalankan peranmu dengan benar. Belajar ilmu parenting, terlibat & kerjasama dengan istri dalam mendidik anak-anak kamu.

TENTANG KARIR
18.   Gengsi leads you nowhere. Tidak usah minder melihat teman-teman yang bekerja di perusahaan asing. Tidak masalah kerja dimana atau kerja apa, selama diniatkan untuk ibadah dan dilakukan sepenuh hati, PASTI berhasil.
19.   Value before money. Selalu berikan 100% your potential dimanapun kamu berada. Good, better, best. Never let it rest. Always do your best, ‘til your better best. Uang, adalah bonus dari values yang kamu berikan & relationship yang kamu bina.
20.   Ambisius boleh, serakah jangan. Ambisi adalah kekutan yang mendorong kamu untuk terus maju, ada keringat dan strong will di dalamnya. Tapi, saat kamu melupakan values kamu, disitulah ambisimu menjadi keserakahan. Saat kamu mulai mengesampingkan hak-hak orang lain, atau mengambil lebih dari yang seharusnya kamu punya. So, hati-hati dengan ambisimu.
21.   Latih terus enterpreneurship skill. 9 dari 10 sahabat Rasul yang dijamin surga adalah saudagar, jadi sebagai Muslim, berbisnis itu memang sudah runs in our blood. Either nantinya akan membangun bisnis sendiri atau tetap berkarir di perusahaan yang sudah settle, semangat & attitude entrepreneurship akan tetap membawa kamu ke puncak.

Last but not least.. Itaqullah.. Takutlah akan Allah, tetaplah istiqomah & percaya dengan janji-janji Allah. Hauslah akan ilmu agama, & rindulah akan surga..


-->
See you on top!

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)
Selengkapnya

Pengalamam Kemoterapi Pertama & Ke Dua

By sulthan on Wednesday, May 11, 2016



Seperti yang sudah saya ceritakan di post ini, suami saya yang sehat, tidak merokok, tidak minum alkohol, dan rutin olahraga tiba-tiba divonis kanker usus stadium 3 di usia 28 tahun. Sekarang setelah melalui operasi besar yang berlangsung selama 4 jam dan menunggu pemulihan selama kurang lebih satu bulan, suami saya pun akhirnya menjalani kemoterapinya yang pertama pada tanggal 18 April 2016 yang lalu. Tiga minggu kemudian, tepatnya tanggal 9 Mei 2016 kemarin dia menjalani kemoterapi yang ke dua. Dalam post kali ini saya ingin berbagi pengalaman kemoterapi berdasarkan apa yang saya dengar dan lihat dari suami saya.

Banyak alasan mengapa saya tidak langsung membuat post setelah kemoterapi pertama selesai. Well, kalau boleh curhat sedikit, that was quite a rough time for us. Selain harus beradaptasi dengan kehidupan pasca-kemo, balita saya kena flu singapur (hand, mouth, and foot disease) yang memang lagi hot di Indonesia, setelah dia sembuh, lanjut saya yang kena tipes. Semua itu dibumbui dengan drama belum adanya ART di rumah sehingga tangan saya benar-benar 'penuh'. Bersyukur sekali pada kemoterapi yang ke dua kemarin keadaan sudah semakin baik, kami semua sehat dan sudah ada ART akhirnya.. (yay! Welcome Teteh..)

Okay, first thing first. Pertanyaan yang paling sering diajukan pada saya dan suami adalah "seperti apa sih kemoterapi itu?". Banyak orang membayangkan kemoterapi sebagai hal yang super seraaam.. Seperti misalnya diikat di kursi besar di tengah ruangan dan ditembak laser dari sana sini hahaha (wong namanya aja chemo-therapy. Terapi kimia. Pastinya paske obat lah ya. Wkwkwk..), atau disuntikin obat sampai kejang-kejang. Hahaha.. Enggak lah. Kalau untuk suami saya, simple nya sih diinfus dan minum obat. Itu saja. Setiap 3 minggu sekali, suami saya harus datang ke rumah sakit untuk diinfus (selama kurang lebih 3 jam). Obat kemonya disuntikkan ke dalam infus. Lalu setelah itu, dia juga harus minum obat selama 2 minggu. Jadi ada waktu 1 minggu dimana dia drugs free (dan 'sober'. Haha) so we can do lots of things together! Yay! 2x24 jam setelah kemoterapi, saya dan Zey harus jauh-jauh dulu dari dia karena obatnya memang keras. Jadi kami pisah kamar tidur dan kamar mandi. Kontak-kontakan pun via whatsapp walau serumah. Alhamdulillah berasa pacaran lagi, kangen-kangenan lagi. Hehehe.. Selain itu selama 2x24 jam itu juga setiap suami saya selesai menggunakan toilet, HARUS disiram oleh air detergen dan dibilas super banyak. Sounds dramatic, tapi tenang.. cuma 2 hari aja kok. ^^

Lalu apa efeknya? Di kemoterapi yang pertama, karena suami saya masih nervous dan kita juga belum take it easy, efeknya terasa cukup berat. Dia betul-betul seperti orang hamil muda untuk seminggu penuh! Mual, muntah, begah, pusing, lemas, dan cegukan sering bangeeeetttt sampai tidak bisa apa-apa dan bed rest seharian. Kebayang kan kondisinya waktu itu. Suami bedrest, saya bedrest, Zey perlu diasuh, gak ada ART. Untung ada adik dan mertua saya yang langsung datang membantu. Kalau tidak, entah apa jadinya kami. *wiping tears. Setelah seminggu, keadaan mulai berangsur membaik. We found out that distractions and doing fun things were good to eliminate those nauseous feeling. Saya suruh suami main PS banyak-banyak dan bertemu teman-temannya. Ok 1 done, 7 more..

Selama menunggu kemo ke dua, kami melakukan aktivitas seperti biasa dan sesuai saran dokter, makanan pun tidak ada yang dipantang. Hanya saja karena kami baca-baca sendiri, kami jadi membatasi beberapa makanan seperti daging merah dan gula. Syukur alhamdulillah juga kami mempunyai teman-teman dan keluarga yang sangat peduli pada kami. Seperti yang sudah saya tulis di post "bagaimana cara membantu pasien kanker dan keluarganya" kami menerima banyak hadiah termasuk suplemen-suplemen makanan super keren. Beberapa diantaranya adalah Celergen dan ekstrak jamur Maitake yang harganya pun tidak murah. Sepertinya sih pola makan dan suplemen-suplemen tersebut cukup berpengaruh pada stamina suami saya. Berat badannya sempat hilang hampir 16 kg sejak setahun terakhir, namun sekarang berangsur-angsur naik lagi.

Fast forward! Tiga minggu kemudian, suami saya pun menjalani kemoterapi ke dua. Prosedurnya sama dengan kemoterapi yang pertama hanya saja after effect nya cukup berbeda. Jika pada kemoterapi pertama dia bagaikan ibu muda, di kemo ke dua ini rasa mual dan pusing tidak terlalu parah walaupun tetap ada. Selain itu, perutnya sangat kembung dan jadi mudah masuk angin, sehingga saya harus nambah profesi lagi jadi tukang pijet untuk mengeluarkan angin-anginnya. Hehehe.. Efek lainnya yang dirasa adalah ujung-ujung jari yang terasa sensitif seperti kesemutan jika memegang benda yang dingin. Alhasil, tinggal di Bekasi saja dia harus mandi air hangat dan mengupas jeruk dari kulkas saja tidak bisa. Efek ini sama seperti yang diceritakan teman kami sesama cancer fighter, Tanaya dalam blognya Bersahabat dengan Kanker. Sampai saat saya menulis blog ini sudah hari ke 3 sejak kemoterapi ke dua dan suami saya belum kembali pada dirinya yang dulu (kaya judul lagu. Wkwkw). 2 done, 6 more..

Harus saya akui hari-hari setelah kemoterapi cukup berat, namun saya dan suami sangat bersemangat untuk menyelesaikan semua siklus nya dan mudah-mudahan kembali ke kehidupan kami yang dulu, drugs free life. Aamiin.. Harus saya akui pula bahwa saya bangga pada suami saya karena dia tidak mau dianggap sakit dan masih semangat menjalani hari-harinya, walaupun kalau untuk ngantor sepertinya masih belum memungkinkan. Ok darling! 6 more and oh let's just do it! Dan untuk teman-teman sesama cancer fighter di luar sana, terus semangat dan jangan pernah berhenti berharap dan keep positive ya! We can do it! Fighting! ^^

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)
Selengkapnya

Cara Membantu Pasien Kanker (dan Keluarganya)

By sulthan on Sunday, April 3, 2016



Tak terasa sudah sebulan lebih sejak operasi kanker usus besar suami saya. Saat ini, kami masih disibukkan dengan kegiatan menggempur sistem imun dengan makanan sehat dan herbal, serta kontrol rutin persiapan kemoterapi.

Sejak suami saya divonis kanker usus besar, alhamdulillah banyak sekali limpahan kasih sayang dan perhatian yang kami terima baik dari sanak saudara, kolega, maupun teman-teman. Kasih sayang Allah yang dialirkan melalui mereka sangat luar biasa kami rasakan. Mulai dari kemudahan dalam proses administrasi rumah sakit, Pak Aan, pemilik apartemen yang dengan sangat baiknya bersedia menyewakan apartemennya hanya selama 2 minggu (tadinya disewakan per tahun), dan berbagai macam hadiah dan oleh-oleh yang kami terima.

Daaaann.. Melalui post ini, saya ingin berbagi tentang betapa bantuan yang diberikan kepada pasien kanker dan keluarga nya akan sangat berarti bagi mereka, apapun bentuknya. Dan inilah bentuk support yang bisa diberikan andai ada kerabat yang terkena penyakit kanker (berdasarkan pemgalaman pribadi saya):

1. Nice Words & Prayer
Nomor satu di list saya adalah kata-kata baik dan doa. Sungguh saya sangat bersyukur atas ujian ini, karena melalui sakitnya suami saya, banyak silaturahmi yang tadinya "dorman" menjadi aktif kembali. Saya dan suami menjadi sadar bahwa masih banyak orang yang sayang dan peduli pada kami. Kata-kata penyemangat yang diberikan terasa sangat nyaman di hati. Selain itu, tak kalah penting adalah doa. Doakan pasien dan keluarga nya agar tetap tabah dan semangat, cepat diberikan kesembuhan, serta penyakit yang diderita menjadi penggugur dosa-dosa. There's nothing more powerful than prayer.. :)

2. Some Distance
Berita vonis kanker akan menjadi mimpi buruk bagi semua orang dan tidak semua orang bisa menerima nya langsung dengan lapang dada. Kebanyakan pasti melalui 'shocking period' dimana sedih, bingung, takut, dan lain-lain jadi satu. Termasuk kami. Di masa-masa awal seperti ini, akan sangat bijak untuk memberikan 'jarak' kepada pasien dan keluarganya. Some of you might be really want to visit them, tapi.. Jika kamu bukan bagian dari keluarga inti pasien, always ask first whether they can accept guests or not. Jangan tersinggung jika keluarga meminta untuk menunda waktu kunjungan karena selain pasien butuh istirahat, terkadang kami hanya ingin 'sendiri' dulu untuk sekedar menenangkan diri. :)

3. But Also Presence!
Sama seperti jarak, memberikan kehadiran atau presence juga sama pentingnya. Tunggu hingga keadaan mereda, misal setelah pasien pulih dari operasi, dan kunjungi. We always love visitors! Jangan lupa untuk selalu membuat janji terlebih dahulu supaya kunjungan kita tidak mengganggu waktu istirahat pasien. Jika kita sudah bisa mendengar cerita tentang sakitnya si pasien dari teman/kerabat lain, sebisa mungkin hindari membicarakan penyakitnya dengan si pasien. Kebayang dong, badan lemah, hati lagi gak karu-karuan, tapi harus menceritakan sakit berkali-kali ke orang yang berbeda. Eeerrgghh.. Bicarakan hal-hal ringan yang bisa menghibur, misalnya cerita seru di kantor, update kehidupan pribadi, dan sebangsanya.

Jangan lupa! Bukan hanya si pasien yang butuh company lho, keluarga pasien juga. Jika kamu adalah teman dari keluarga pasien, tidak ada salahnya menjenguk hanya untuk mengobrol dengan keluarganya. Support dari sepupu-sepupu suami saya luar biasa. Semua kebutuhan ibu mertua (ya g memang mendampingi suami selama di RS) selalu diperhatikan. Sangat membantu disaat 'my hands are tied' oleh balita 1,5 tahun sehingga tidak bisa lincah kesana kesini.

Saya sendiri sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabat saya yang mau meluangkan waktu mengunjungi saya. Baik itu di Rumah Sakit, di apartemen, maupun di rumah. Nothing serious, hanya kumpul sambil curhat session atau order Bakmi GM. Sudah sangat cukup meringankan beban saya.. (PS: love you yah Cun, Okky, Anita, Bencongmate, Naqi, Wita, dll). :*

4. Cancer-Fighting Food
Bingung bawa apa jika ingin menengok pasien kanker? Well, sebenarnya kalau untuk jenis kanker suami saya, tidak ada pantangan makan. Namun, untuk jaga-jaga, saya dan suami mencari tahu tentang apa sih the best diet untuk pasien kanker, dan akhirnya kami sampai pada list ini:
- absolutely no sweet food (except fruits)
- absolutely no red meat
- absolutely no dairy
And say yes to:
- buah buah buah
- sayur (kalau biasanya parsel tuh isi buah, sekali-kali isi sayur boleh juga. Hehe)
- air basa: air kangen, air zamzam
- wheat grass powder, green tea powder, flaxseed, kunyit putih.
- essential oil frankincense  (thanks Ay!
Dll (will blog about it in detail later)

5. Hiburan!
Bahkan setelah keluar dari rumah sakit dan menjalani rawat jalan, pasien kanker masih harus banyak istirahat dikarenakan kondisi badan yang memang belum sanggup untuk beraktivitas secara normal untuk beberapa bulan pertama. Jadi, berkunjung dan membawa hiburan pastinya akan sangat membantu. Saya sangat menghargai kebaikan salah satu sahabat suami saya yang bersedia meminjamkan PS4 nya, dan teman-teman kuliah dia di Teknik Mesin ITB yang datang rame-rame dan menemani suami saya main kartu. It means a lot!

6. Money.
Mampu atau tidak mampu, kaya atau miskin, punya kerja atau tidak, dicover asuransi atau tidak, sakit memerlukan banyak biaya, karena kebutuhan tidak sebatas hanya pada biaya pengobatan pasien. Tapi juga biaya operasional penunggu pasien, obat atau supplemen yang dibeli mandiri, transport keluarga, dan lain-lain. Syukur pengobatan suami ditanggung oleh BPJS, tapi kami juga tidak menyangka dan sangat terharu bahwa ternyata kerabat yag tidak bisa bertemu secara langsung berinisiatif untuk mengumpulkan tanda kasih sayang untuk kami. Terima kasih terutama kepada teman-teman kami di Korea Selatan. We really appreciate that..

Finally, balik lagi ke nomor satu.. There's nothing more powerful than prayers. At the end, hanya kuasa Allah lah yang bisa menyembuhkan. Jika kamu tidak bisa mengunjungi pasien secara langsung, mendoakan untuk kesembuhan dan kemudahan perawatan pasien sudah merupakan bantuan yang sangat berarti.

So, itulah bantuan-bantuan yang bisa diberikan kepada pasien kanker dan keluarganya. Semoga pengalaman saya dan keluarga saya ini bisa memberikan inspirasi untuk kamu yang ingin membantu pasien kanker/keluarganya. Let's spread love! ;)

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)
Selengkapnya

Bagaimana Rasanya Punya Banyak Adik?

By sulthan on Wednesday, March 16, 2016



Saya datang dari keluarga besar. Lima bersaudara. Ya, saya si sulung dan punya 4 orang adik di bawah saya. How does it feel to have lots of siblings? Dulu, sewaktu masih SD sampai SMP, saya selalu malu jika ditanya "berapa bersaudara?" Karena pasti dibombardir dengan pernyataan "wah hebat banget ibunya."
"Bintan paling besar? Waw.."
Dan sebangsanya yang bikin saya merasa kikuk. Maklum, even di tahun 90-an, punya anak lebih dari 3 saja sudah jadi hal yang 'jadul' pada waktu itu (*toss sesama big family).

Setelah masa SMP dan seterusnya pun, punya adik banyak masih jadi isu. Salah satu sahabat saya sesama geng adik banyak ditentang hubungan cintanya oleh orang tua si pacar lantaran mereka khawatir bahwa sahabat saya itu akan banyak beban, yang berujung pada ngerepotin anaknya. Astagfirullaaaah.. Sejak saat itu, saya bertekad untuk bisa sukses bareng-bareng sama adik-adik saya. Saya berjanji sama diri saya sendiri bahwa nanti jika sudah berkeluarga, saya tidak akan menggunakan uang suami saya untuk 'ngasih-ngasih' ke saudara-saudara saya. That's why sesuai dengan post saya yang ini, cita-cita saya adalah jadi emak-emak kece penghasilan gede. Hehehe.. Aamiin..

Adik pertama saya perempuan dan tiga adik terakhir saya laki-laki. Mungkin hal ini juga yang membuat saya jadi bisa cepat dekat sama teman laki-laki dulu, dan maybe membuat mereka terjebak dalam friendzone (PDOD! Perxaya Diri over Dosis Lol!). But anyway! Kebayang kan bagaimana serunya rumah masa kecil saya. Setiap hari pasti diwarnai oleh tangis dan tawa. Saya ingat sekali bahwa dulu saya adalah kakak yang jahil. Adik perempuan saya pernah terjembap ke sawah yang berlumpur karena ulah saya. Adik laki-laki saya yang pertama pernah menangis tersedu-sedu karena saya takut-takuti wayang. Adik ke-tiga saya ngamuk besar karena saya 'tipu', saya bilang  ingin buatkan dia kostum robot, eh malah saya dandani ala Mayang Sari di iklan jamu kunyit asem Sido Muncul. Adik terakhir saya, jadi bulan-bulanan satu keluarga karena kepolosannya mau main bola pakai legging macan akibat saya 'kibulin'. Hahaha..

Di sela-sela keseharian kami pun, pasti ada saja pertengkaran. Seperti yang pernah saya sebutkan di post ini, saya orangnya gak suka diikutin, tapi adik perempuan saya gemar sekali ngikutin saya dalam hal apapun. Eugh.. Gemes deh! Yang laki-laki, jangan tanya. Jahilnya minta ampun! Belum lagi rebutan antar pria (masalah motor, helm, jaket) bikin sakit kepala tiap pagi. Ada yang males kebangetan sampe susah banget kalau dimintai tolong. Ada yang ribet banget urusan rambut karena entah kenapa rambut adik saya paling bungsu, yang tadinya super lurus tiba-tiba berubah menjadi kribo saat dia menginjak puber. Heboh deh!

Tapi walaupun demikian.. Saya sayang sekali sama mereka, dan saya yang dibesarkan di keluarga konvensional ini selalu dicekoki dengan kalimat "kamu anak paling besar. Harus bisa jadi pemimpin, harus bisa jadi contoh buat adik-adik kamu" (even later on, on my adult life, I learned from Sabtu Bersama Bapak book that it's actually parents' job to be a good role model for their children). Doktrin ini yang membuat saya selalu ingin untuk maju bersama-sama dengan adik saya. Membuat kakak yang bisa menginspirasi mereka untuk menjadi sukses juga.

Jangan tanya seberapa cerewet saya sama mereka. Cerewet banget! Tapi cerewet saya selalu didukung oleh contoh dan bimbingan nyata. Walaupun saya tidak tinggal dengan mereka sejak kuliah, tapi saya selalu menyempatkan waktu untuk ngobrol quality time dengan mereka. Hasilnya, adik-adik saya masih lebih nurut sama saya daripada sama ibu saya yang jelas-jelas lebih cerewet dan bawel. Hehehe..

Sukses bersama. Itu yang selalu ingin saya raih bersama adik-adik saya. Saat ini, adik perempuan saya alhamdulillah menjadi partner bisnis saya mengelola sister brand nya NyoNya Nursing Wear; MamiBelle Nursing Wear. Selain menjadi partner yang bisa diandalkan, dia juga tante ASI yang hebat, karena bagaikan suami ke-dua bagi saya selama saya dan suami menjalani long distance marriage. Adik saya yang kedua, baru saja lulus dari Universitas Padjajaran dan beberapa minggu ini terus mendampingi saya di Jakarta selama proses pengobatan suami. Yang ketiga dan keempat masih berstatus pelajar, jadi saya suruh untuk fokus belajar.

Alhamdulillah. . Semakin kami nerlima beranjak dewasa, semakin terasa bahwa family comes first dan pada akhirnya, siblings adalah 'benteng pertama' diri kita sebelum bertemu dengan orang lain. Karena hanya mereka lah yang mampu untuk melihat sisi terburuk kita, tapi masih tetap sayang sama kita. Dan mampu melihat sisi terbaik kita, tapi tetap saja mencela. Haha..

Ah! Sudahlah.. Cukup ceritanya. Intinya post kali ini terinspirasi dari rasa kangen saya kepada adik-adik saya, karena setelah menikah, terasa sekali betapa berharganya masa-masa yang dilewati bersama. *wipe tears.

Lit, Kang, Do, Li.. Semoga kalian selalu istiqomah dalam menjalani hidup ya. Jadi pemimpin untuk diri sendiri, kebanggaan Cc, mama, dan papa.. Aamiin.. :)

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)
Selengkapnya

"what is internet in hindi" || internet kya hai (in hindi)

What is internet in hindi ||history of internet in hindi "What is internet in hindi", today we all are trying to know about what i...