Showing posts with label Beasiswa Lain. Show all posts
Showing posts with label Beasiswa Lain. Show all posts

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa Chevening UK

By sulthan on Thursday, August 2, 2012

Hello..
teman-teman yang ngebet pengen ngeliat Big Ben alias lanjut sekolah ke United Kingdom (UK) via beasiswa Chevening bisa baca pengalamannya teman saya Irmanita Harsari yang sudah berhasil lolos beasiswa tersebut. Irma adalah teman saya bareng di Teknik Planologi ITB dan pada saat ini dia berbaik hati buat berbagi pengalamannya sama kamu. Disimak ya! :)

Tann


DARI cadangan menjadi sang pemenang

Halo para scholarship hunter,
Perkenalkan nama saya Irmanita Harsari. Saya adalah alumni dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (Teknik Planologi), ITB, tahun 2009. Alhamdulillah, saat ini saya terpilih sebagai successful candidate atau pemenang beasiswa Chevening (The British Chevening Scholarship Award Programme) untuk postgraduate taught programme/master’s degree programme tahun akademik 2012/2013 dan Insya Allah akan bersekolah di University of Leeds untuk MScSustainability (Environment and Development) di The United Kingdom(UK). Sekarang saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mendapatkan beasiswa Chevening. Semoga bermanfaat untuk kalian J.
Beasiswa Chevening merupakan salah satu program beasiswa dari Pemerintah Inggris (Foreign and Commonwealth Office) untuk para mahasiswa dan mahasiswi dari negara-negara selain The United Kingdom (UK), European Union (EU), dan Amerika Serikat. Indonesia merupakan salah satu negara yang dimasukkan dalam daftar negara yang eligible untuk beasiswa ini. Beasiswa ini mencakup biaya hidup, biaya sekolah, biaya perjalanan dari dan ke The UK.
Saya teringat ketika saya mulai melakukan pendaftaran administrasi secara online untuk program beasiswa ini yang dibuka pada akhir tahun 2011. Saya sempat tidak percaya diri ketika mengetikkan nama saya sebagai seorang pelamar untuk beasiswa ini karena beasiswa ini hanya diperuntukkan untuk para profesional dan para calon pemimpin, sedangkan pengalaman kerja saya belum banyak. Namun, keinginan yang kuat untuk dapat melanjutkan S2 di Inggris sebagai negara favorit saya telah mendorong saya untuk mendaftarkan diri dalam beasiswa Chevening.
Tahap seleksi awal beasiswa ini adalah tahap lulus administrasi atau tahap wawancara. Kandidat yang dipanggil wawancara adalah kandidat yang memiliki pernyataan personal atau pernyataan motivasi yang kuat dan jelas visi misinya. Saya adalah salah satu kandidat yang berhasil lulus dalam tahap ini dan alhamdulillah dipanggil untuk masuk dalam tahap wawancara pada bulan Februari 2012.
Tahap seleksi wawancara dilaksanakan oleh British Council yang saat itu masih bertugas dalam program seleski beasiswa Chevening. Juri terdiri dari 2 orang, yaitu satu orang dari Indonesia dan satu orang dari Inggris. Juri banyak bertanya mengenai pengalaman kerja saya dan urgensi saya mengambil jurusan yang saya pilih di Inggris untuk bidang pekerjaan dan untuk Indonesia. Saya menjawab setiap pertanyaan dengan beruntun, tenang, dan lancar.
Setelah melakukan wawancara, saya hanya dapat berpasrah diri dengan Allah karena sejujurnya saya sempat semakin tidak percaya diri ketika mengetahui bahwa kandidat lainnya yang dipanggil wawancara sebagian besar adalah orang-orang yang berpengalaman kerja lebih dari 3 tahun, sedangkan pengalaman kerja saya baru 2 tahun. Namun, saya belum mau menyerah karena hanya doa yang dapat membantu saya saat itu dan saya percaya bahwa Allah pasti akan memberikan yang terbaik.
Tahap kedua seleksi beasiswa Chevening adalah tahap final. Tahap final di sini memberikan 3 status kepada calon kandidat, yang terdiri dari: 1) provisionally selected yang artinya bahwa anda lulus dan calon penerima beasiswa; 2) not selectedyang artinya bahwa anda tidak lulus; dan 3) reserved candidate yang artinya adalah bahwa anda kandidat cadangan penerima beasiswa. Pada saat itu, 2 orang teman saya sudah mendapatkan pengumuman pada akhir Maret yang menyatakan bahwa mereka tidak lulus.
Saya belum mendapatkan kabar apapun sampai pertengahan April. Pada pertengahan April, saya mendapatkan surat dari Kedutaan Inggris menyatakan bahwa saya adalah kandidat cadangan ke-9, yang artinya bahwa saya akan menjadi penerima beasiswa Chevening jika ada 9 orang pemenang yang mengundurkan diri. Saya hanya bisa berpasrah pada Allah karena peluang 9 orang yang mengundurkan diri dalam beasiswa tersebut sangat kecil dan jarang terjadi. Bahkan, senior saya di kantor yang juga alumni Chevening Scholarmengatakan bahwa pada saat dia menjadi pemenang Chevening, tidak ada satu pun kandidat cadangan yang lulus beasiswa.
Sebagai manusia, kita hanya bisa melakukan kewajiban yang seharusnya kita lakukan. Sekretariat Chevening dan Kedutaan Inggris meminta saya mengirimkan beberapa dokumen penting, seperti copy legalisir ijasah dan transkrip S1, dan surat rekomendasi dosen. Untuk itu, saya mengirimkan dokumen-dokumen tersebut secepatnya kepada mereka dengan harapan kemampuan saya dapat dipertimbangkan lagi.
Bulan April dan Mei saya lalui dengan rasa putus asa dan kecewa. Bagaimana tidak, saya sudah mencoba melamar beasiswa dari tahun 2010 dan belum ada yang berhasil, bahkan saya belum pernah dipanggil wawancara oleh pemberi beasiswa lainnya, kecuali Chevening. Saya hampir berencana akan mendaftar S2 di dalam negeri dengan biaya sendiri.  Pada saat itu saya sudah mengikhlaskan mengenai hasil beasiswa Chevening dan berpasrah diri.
Namun, Allah berkata lain. Pada tanggal 7 Juni 2012, tepatnya pukul 12.00 siang, saya mendapat telepon dari Kedutaan Inggris. Pihak kedutaan mempertanyakan mengenai kebersediaan saya jika saya menjadi successful candidate. Jantung saya berdebar-debar dan saya hampir tidak percaya dengan kejadian di siang hari itu. Lalu, pihak kedutaan mengatakan bahwa mereka akan menghubungi saya lagi setelah ada keputusan final mengenai status saya. Setelah telepon saya tutup, saya langsung berdoa pada Allah, jika ini memang yang terbaik supaya diberikan kepada saya, namun jika tidak, supaya Allah dapat menggantikannya dengan yang lebih baik lagi.
Pada sore harinya di hari yang sama, tepat pukul 18.30, saya mendapatkan email dari Chevening Scholarship Secretariat di London yang menyatakan bahwa saya provisionally selected dan harus segera mendaftarkan diri ke universitas yang dituju. Sujud syukur saya berikan hanya untuk Allah sebagai Sang Maha Kuasa yang memberikan berkah dan hadiah yang sangat berharga bagi saya. Jumlah 9 merupakan angka sakral bagi saya, karena jika bukan karena kuasa Allah, tidak mungkin ada 9 pemenang yang mengundurkan diri dari beasiswa ini. Dia telah memutarkan hidup saya 360 derajat, dari yang tidak ada harapan, sekarang menjadi seseorang dengan harapan baru dan rencana masa depan yang luar biasa.
Pengalaman saya ini merupakan satu dari beberapa pengalaman yang pernah dialami oleh penerima beasiswa lainnya. Dimulai dari persiapan kewajiban-kewajiban penyerahan dokumen, persiapan mental psikologis, sampai harapan-harapan indah untuk dapat menjadi pemenang. Keberhasilan dalam mendapatkan beasiswa dimulai dari keberhasilan-keberhasilan kecil yang dimulai dari penulisan personal statement atau motivation letter dan persiapan untuk wawancara. Berikut tips dan trik dari saya:
1.     Tulis visi dan misi mengapa anda ingin sekali mendapatkan beasiswa yang dituju dengan beruntun, logis, jelas, dan to the point. Visi dan misi ini dapat dilihat dari keterkaitan jurusan yang ingin diambil dalam beasiswa dengan latar belakang pendidikan, bidang pekerjaan, atau pengalaman lainnya dan prestasi yang pernah anda dapatkan, serta harapan anda setelah selesai sekolah nanti. Pihak beasiswa selalu meng-highlightpoint ini karena ini menggambarkan mengenai karakter, kemampuan, impian dan harapan anda sebagai salah satu kandidat.
2.     Cari beberapa universitas yang memiliki jurusan dan kurikulum yang benar-benar anda butuhkan. Point ini menjadi sangat penting karena ini menggambarkan bahwa anda benar-benar berniat untuk mengambil sekolah di negara yang dituju. Anda harus benar-benar mencari dan membaca mengenai kurikulum, biaya sekolah, waktu dimulainya sekolah sampai contact person jurusan di universitas yang ingin dituju. Hal ini akan bermanfaat saat anda ditanya oleh juri saat wawancara mengenai sekolah anda dan saat anda ingin mendaftar ke sekolah tersebut. Jangan lupa juga untuk mencantumkan salah satu nama sekolah di motivation letter karena akan menambah nilai anda.
3.     Tulis alasan anda mengapa ingin bersekolah di negara yang dituju. Point ini menjadi sangat penting dalam motivation letter karena ketertarikan anda mengenai negara yang dituju dapat dilihat dari point ini. Biasanya pihak pemberi beasiswa selalu mempertanyakan ini juga pada saat wawancara.
4.     Minta tolong pada rekan yang pernah menjadi pemenang beasiswa untuk memeriksa motivation letter anda. Hal ini akan sangat membantu anda untuk mendapatkan pemikiran lain mengenai apa yang sudah anda tulis dalam surat motivasi.
5.     Persiapkan wawancara dengan mem-browsing internet mengenai tips dan trik saat wawancara atau latihan dengan rekan yang pernah menjadi penerima beasiswa. Hal ini akan membantu anda pada saat menjawab setiap pertanyaan juri. Jawablah pertanyaan dengan beruntun, terstruktur, tenang, jelas, dan percaya diri, namun tidak sombong. Penampilan juga sangat penting, untuk itu berpakaianlah yang sopan dan formal.
6.     Laksanakan dan penuhi setiap kewajiban anda sebagai salah satu kandidat dalam beasiswa. Laksanakan setiap persyaratan yang diajukan pihak pemberi beasiswa, seperti permintaan surat rekomendasi dari dosen atau rekomendasi dari kantor, dan dokumen-dokumen lainnya yang dibutuhkan. Jangan sampai anda gagal, hanya karena anda tidak dapat memenuhi dokumen-dokumen ini.
7.     Jangan bergantung pada satu beasiswa. Saya menyarankan anda untuk melamar beberapa beasiswa, supaya peluang untuk mendapatkan salah satunya lebih besar. Walaupun cara ini lebih melelahkan anda, namun percayalah hasilnya akan lebih baik daripada anda bergantung pada satu beasiswa saja.
8.     Berpasrah diri dan mengikhlaskan apapun keputusan final dari beasiswa yang anda lamar. Jangan pernah memaksakan diri dan jangan pernah memaksakan Tuhan karena Tuhan tahu yang terbaik untuk umat-Nya. Jika belum berhasil, maka coba terus setiap peluang beasiswa yang ada dan jangan pernah menyerah. Apapun hasilnya, ikhlaskan lah karena rezeki tidak akan kemana J.
Demikian pengalaman beserta tips dan trik dari saya. Saya berharap anda juga dapat memetik suka duka dari pengalaman saya ini dan dapat mengikuti tips dan trik ini. Namun, semua nya ada di tangan anda. Semoga semua yang saya tulis ini bermanfaat buat kita semua and Good luck for you too J.
NB: mengenai info tentang Chevening Scholarship 2013/2014 dapat anda liat di http://www.fco.gov.uk/en/about-us/what-we-do/scholarships/chevening/faq/

Salam,
Irmanita Harsari
Email: greenia_irma@yahoo.com
Selengkapnya

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa NFP

By sulthan on Wednesday, June 20, 2012

Hello!
Berikut ini adalah pengalaman salah seorang sahabat saya, Ridwansyah Yusuf Achmad yang berhasil mendapatkan beasiswa NFP (Netherland Fellowship Programme) 2012 ke Belanda. Buat kamu-kamu yang ngebet kuliah ke Belanda. Cerita dan tips-tips nya uda yusuf ini mungkin akan lebih memotivasi kamu. Enjoy.. :)


Perjalanan Menuju Netherland Fellowship Programme Scholar
Pada kesempatan ini saya bermaksud sedikit berbagi tentang beasiswa yang telah saya dapatkan, namanya Netherland Fellowship Programme atau lebih dikenal dengan NFP. Beasiswa NFP adalah beasiswa yang dikelola langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda untuk pelajar yang diseleksi langsung di 60 negara di dunia, termasuk salah satunya Indonesia.
Bisa jadi sahabat semua lebih mengenal dengan beasiswa Stunned untuk ke Belanda. Bedanya apa? Sederhananya, beasiswa Stunned adalah beasiswa yang dikelola oleh Kedutaan Belanda di Indonesia yang memang di dedikasikan khusus untuk calon pelajar di Indonesia, sedangkan NFP itu seleksinya langsung bersama 60 negara lain. Jadi ya lebih kompetitif gitu. Selain itu Stunned lebih banyak di dedikasikan untuk mereka yang sudah jadi PNS atau program Double Degree kerjasama kampus seperti UGM, UI, dan ITB.
Sedangkan di NFP kamu bisa bersaing dengan peserta dari 60 negara dengan berbagai latar belakang. Sebagai catatan, perempuan mendapatkan prioritas lebih untuk mendapatkan beasiswa ini.
Saya akan coba berbagi langkah-langkah yang saya tempuh dalam proses mendapatkan beasiswa ini, bisa dikatakan saya membutuhkan waktu lebih kurang satu tahun lamanya untuk mendapatkan beasiswa NFP 2012-2013.
Langkah Pertama : Tentukan dan Daftar di Kampus yang kamu tuju
Beasiswa NFP hanya memproses mereka yang telah diterima di kampus secara unconditionally. Apa itu unconditionally? Artinya kamu telah diterima di kampus tersebut tanpa kekurangan berkas apapun.
Saya memulai pencarian kampus yang tepat dengan bertanya ke Dosen dan Pembimbing tentang kampus yang sesuai dengan minat saya. Bidang sarjana saya adalah Teknik Planologi dan saya berminat untuk melanjutkan studi ke Bidang Politik dan Ekonomi.
Sampailah saya pada pilihan kampus bernama Institute of Social Studies, Erasmus University Rotterdam (ISS) yang mana adalah kampus yang menjadi tempat Bung Hatta menuntut ilmu dahulu. Kampus ini dikenal sebagai kampus yang sangat sosialis. Menarik buat saya untuk belajar disini. Ditambah lagi Erasmus University Rottedam dulunya bernama Handels-Hogeschool, ini adalah kampus yang dulu pernah menjadi tempat kuliah Bung Hatta, salah satu tokoh panutan saya.
Saya berencana kuliah di program master di bidang Governance, Policy,  and Political Economy.
Pendaftaran ke ISS menggunakan sistem online melalui websitenya www.iss.nl , semua berkas saya masukkan via online. Termasuk surat motivasi diri sebanyak 1 halaman dan dua buah surat rekomendasi saya upload secara online. Saya submit aplikasi online saya sekitar bulan Februari 2011 dan mendapatkan pengumuman pada bulan Mei 2011dengan keterangan Conditionally dikarenakan saya belum memasukkan sertifkat IELTS saja, saya hanya memasukkan sertifikat TOEFL ITP saja. Perlu dicatat, untuk ISS mereka meminta IELTS minimal 6.5.
Karena ketiadaan dana, pada bulan September 2011 saya memutuskan untuk memposponed kuliah saya di ISS, dan mereka menyanggupinya. Sembari saya mencari peluang untuk beasiswa, saya sudah mengincar untuk mendapatkan  NFP atau Stunned sebagai incaran beasiswa saya ke Belanda.
Langkah Kedua : Persiapan IELTS dan Pengisian Berkas NFP
Sekitar 3 bulan saya menyiapkan IELTS saya secara mandiri, bermodalkan buku IELTS karangan Baron’s saya menjajal semua soal tersebut. Singkat kata saya mengambil tes ujian IELTS pada tengah Desember 2011 dan pengumuman pada Januari 2012. Alhamdulillah saya mendapatkan nilai IELTS 7.0 dengan skor tertinggi yaitu Listening dengan nilai 7.5. (PS: baca juga postingan saya tentang Tips Belajar Bahasa Inggris dengan Menyenangkan)
Berbekal IELTS yang tinggi saya kirimkan sertifikat tersebut ke ISS dan satu pekan kemudian saya mendapatkan surat yang menyatakan saya diterima di ISS dengan unconditionally.
LETTER of ADMISSION 2012-2013 Master of Arts in Development Studies Major in Governance, Policy and Political Economy
Dear Mr. Ridwansyah Yusuf Achmad,
Since your admission is valid for two consecutive years, we have deferred your admission and we are now sending you the second admission letter to the above mentioned programme. This programme will be held from 03 September 2012 until 13 December 2013.
Saya memulai mengisi berkas NFP saya yang deadline 7 Februari 2012, meski saya agak ragu sebenarnya karena di data publikasi ISS ternyata deadline mendaftar beasiswa NFP untuk ISS adalah 15 Januari 2012. Sehingga saya sarankan nih, buat yang mau daftar NFP, coba di cek tentang deadline setiap kampus untuk beasiswa NFP.
Berkas NFP di isi secara online melalui sistem bernama SOL (Scholarship Online) melalui situs Nuffic (Netherlands Organisation for International Cooperation in Higher Education) yaitu www.nuffic.nl.
Selain diminta untuk mengupload Scan Passport, surat rekomendasi dari institusi tempat beraktivitas, kita diminta menjawab 4 pertanyaan yang masing-masing di upload secara terpisah, maksimal jawaban untuk masing-masing pertanyaan adalah 1 halaman. Pertanyaan tersebut adalah :
·       Motivation
·       Relevance for your organization
·       Relevance for your country
·       Plan of action after return
Coba isi semua berkas ini dengan padat dan meyakinkan. Saya rata-rata satu pertanyaan sekitar ¾ halaman A4 saja. Ditulis dalam bahasa inggris yang baik dan sesuai dengan konteks pertanyaan.
Saya mensubmit semua aplikasi saya awal Februari 2012. Dan setelahnya saya langsung mendapatkan konfirmasi dari NFP, serta email dari ISS yang menyatakan “kami telah menerima berkas NFP anda, namun kami tidak bisa menjanjikan akan mendapatkan tempat karena deadline aplikasi untuk ISS adalah 15 Januari”
Langkah Ketiga : Berdo’a
Yah lemes deh saya. Tetapi di akhir Februari 2012 saya mendapatkan email kembali dari NFP dan ISS, “you are eligible to proceed in this Scholarship, we will inform soon we made decision on your application”. Alhamdulillah melegakan banget.
Saya tidak mendapatkan info apa-apa mengenai NFP sejak akhir Februari 2012 tersebut, pihak ISS sempat mengirimkan surat yang menyatakan kesanggupan membayar biaya kuliah serta keterangan kalau saya sehat dan siap mengikuti kuliah selama 15.5 bulan di ISS mulai September 2012. Saya jadi semakin was-was karena tidak mendapatkan informasi apapun hingga saat itu, apalagi saat itu saya bersamaan mendapatkan info kalau saya gagal mendapatkan Beasiswa British Chevening Awards untuk mendukung kuliah saya di University of Sussex, United Kingdom.
Hingga akhirnya saya mendapatkan email dari NFP tanggal 7 Mei dengan subject : Avalaibility Check, isinya :
In order to make the selection, please inform us if your are still avalaible to participate. You must confirm your avaibility before 14 May 2012. You must confirm your avaibility by logging into you account and clicking the confirm-button in SOL.
If you do not confirm your avaibility in the correct way or of you don not confirm in time, your application will be rejected.
Saya tidak begitu mengerti arti dari email ini, maksudnya saya tidak paham awalnya ini artinya bagaimana? Tetapi saya langsung saja buka akun SOL saya dan langsung meng-klik avalaible .
Tidak ada berita apapun lagi, saya kebetulan setelah tanggal 14 Mei 2012 ada agenda keluar negeri selama 1 pekan, karena sangat was-was dan ingin selalu update informasi, saya memastikan akses internet saya siap siaga meski di luar negeri.
Dan hingga pada tanggal 25 Mei 2012, saat sedang bersiap diri untuk menemani Istri ke Dokter Kandungan, saya mendapatkan email kembali dari NFP dengan judul Selection Letter yang isinya,
Dear Mr.Ridwansyah Yusuf Achmad
Congratulations. You have been selected for an NFP fellowship for 'MA in Development Studies Major in Governance, Policy, and Political Economy' at International Institute of Social Studes, Erasmus University Rotterdam. Nuffic will award a grant to International Institute of Social Studes, Erasmus University Rotterdam to finance your fellowship. The institution will administer your fellowship and concact you about further procedures regarding the NFP fellowship.
We wish you good luck with the course of programme and trust that you will use the knowledge and skills gained for the benefit of your employing organization and country
Kind regard,
J.F. Houterman
Director
Wow. Alhamdulillah Subhanallah J Saya diterima di beasiswa paling prestisius di Belanda, sebuah Full Scholarship dari Kerajaan Belanda. Sebuah karunia dan anugrah yang sangat indah. Puji Syukur pada Allah yang telah memberikan kesempatan untuk bisa belajar di negeri Belanda.
Tak lama kemudian, sekitar satu pekan setelahnya, ISS mengirimkan email yang isinya,
Dear NFP fellowship holder,
This email is to congratulate you on the award of your NFP Fellowship to participate in our MA programme starting in September and to give you information on what will happen next.
Langkah Keempat : Persiapan Kuliah
Ini langkah yang sedang saya tempuh saat ini, yaitu menyiapkan kuliah. Untuk peraih beasiswa NFP, visa akan langsung di urus oleh NFP dan pihak kampus. Setelahnya kita perlu datang ke Kedutaan Belanda di Jakarta untuk mengambil Visa kita.
Saya juga di kontak oleh Nuffic untuk dapat menghadiri Pre-Departure Briefing yang akan diadakan di Erasmus Huis pada tanggal 14 Juli 2012.
Kuliah akan dimulai 3 September 2012, saya akan dikirimkan e-ticket oleh NFP untuk keberangkatan 1 September 2012.
Selain itu saya sedang mencoba menyiapkan diri dan merencanakan cara agar keluarga saya bisa juga ikut ke Belanda dan kumpul bersama disana. Mohon doanya dari sahabat semua, agar keluarga kami berkah dan kuliah saya juga lancar.

Selengkapnya

"what is internet in hindi" || internet kya hai (in hindi)

What is internet in hindi ||history of internet in hindi "What is internet in hindi", today we all are trying to know about what i...