Showing posts with label Kanker Serviks. Show all posts
Showing posts with label Kanker Serviks. Show all posts

Deteksi Kanker Serviks Lebih Akurat dengan Thin Prep

By sulthan on Friday, June 17, 2016

Dengan Thin-Prep kini deteksi kanker serviks bisa dilakukan lebih akurat. Sel-sel abnormal dapat terlihat dengan menyeluruh dan lebih jelas.
Thin Prep Deteksi Kanker Serviks

Pemeriksaan Obstetrik Ginekologi pada Kanker Serviks


Pemeriksaan obstetrik dan ginekologi klinik aborsi jakarta bagi wanita usia 18 - 72 tahun penting dilakukan secara rutin. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi dini kelainan pada organ kewanitaan dan reproduksi. Beberapa pemeriksaan yang dianjurkan saat pemeriksaan obstetrik ginekologi tahunan, yaitu:

  • Pemeriksaaan Fisik
Pemeriksaan fisik meliputi tanda­-tanda vital seperti tekanan darah, berat badan, dan lain­lain. Dokter juga akan memeriksa kelenjar tiroid yang bisa menyebabkan penambahan atau pengurangan berat badan, benjolan, nyeri, atau pengeluaran sekret yang abnormal pada payudara untuk deteksi dini kanker payudara.

  • Pemeriksaan Pelvis
Pemeriksaan pada organ­organ kewanitaan seperti vagina, uterus, tuba fallopi, dan ovarium

  • Human Papiloma Virus (HPV) Test
  • Chlamydia dan Gonorrhea Test
Tergantung umur dan riwayat sebelumnya, dokter akan menganjurkan tes Chlamydia dan Gonorrhea. Chlamydia adalah penyakit menular dari hubungan intim yang paling sering. Gonorrhea adalah infeksi dari bakteri dan sering terjangkit bersama Chalmydia. Kedua nya dapat diobati dengan antibiotik.

  • Thin-Prep lebih akurat dari Pap Smear
Pap Smear adalah tes untuk mendeteksi kondisi sel abnormal pada daerah serviks (leher rahim), sebelum berkembang menuju sel prekanker. Pap Smear dilakukan dengan mengambil sel dari leher rahim (serviks), dioleskan pada gelas slide , kemudian dikirimkan ke laboratorium untuk diteliti dengan mikroskop untuk melihat tanda - ­tanda yang tidak normal tersebut.
Dengan Thip­ Prep, sample tes dimasukkan ke dalam vial berisi cairan, kemudian dikirim ke laboratorium. Di lab, sample dibuat slide dan diwarnai dengan pewarna khusus sehingga sel­ - sel tersebut menjadi lebih jelas. Thin prep menggunakan cairan ini lebih akurat dibanding Pap Smear yang konvensional.

Di Amerika Serikat, kini Pap Smear konvensional sudah ditinggalkan dan 90% tes dilakukan dengan metode barbasis cairan. Sejak disetujui FDA, lebih dari 170 penelitian mengungkapkan keuntungan Thin­ Prep dibanding tes Pap konvensional. Keuntungan Thin Prep tersebut, yaitu preparasi sample lebih baik, lebih akurat mendeteksi kelainan, diagnosis lebih pasti, serta lebih ‘ cost­efective ’.

Wanita perlu memeriksakan Thin prep pada 3 tahun pertama usai melakukan hubungan seksual atau pada umur 21 tahun, mana lebih dahulu. Setelah umur 21 tahun, dianjurkan melakukan Thin Prep rutin tiap tahun. Dokter akan menganjurkan untuk melakukan Thin ­Prep lebih sering jika Anda sebelumnya terdiagnosis kanker leher rahim, mengalami gangguan imunitas, atau mendapat hasil positif untuk tes Human Papiloma Virus berisiko tinggi.

Di Indonesia, rumah sakit yang telah memiliki teknologi Thin Prep salah satunya adalah Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Puri Indah. Thin memiliki teknologi Pap Smear terbaru yang lebih efektif dan lebih akurat dibandingkan Pap Smear konvensional. Dengan teknologi Thin Prep terbaru ini, Dokter Spesialis Patologi Anatomi dengan cepat dapat menganalisa sample yang diambil dari area serviks dengan lebih akurat.
Selengkapnya

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

By sulthan on Monday, June 13, 2016

Human Papilloma Virus (HPV) adalah virus yang dapat menginfeksi berbagai bagian tubuh kita, salah satunya adalah leher rahim. Ada 100 sub-tipe HPV yang digolongkan menjadi high-risk HPV yaitu virus yang menyebabkan kanker, dan golongan low-risk HPV yang tidak menyebabkan kanker. Untuk menghindari diri dari virus tersebut, sebaiknya kita melakukan vaksin HPV. Namun sebelumnya Anda perlu mengetahui apa itu vaksin HPV dan bagaimana vaksin tersebut dapat mencegah kanker serviks menjakit di tubuh kita.

Sekitar 30-40 sub-tipe HPV dapat menginfeksi area kelamin dan menimbulkan penyakit kutil kelamin baik pada pria maupun wanita dan juga menyebabkan kanker serviks pada perempuan dan kanker penis pada pria. Berbagai jenis HPV lainnya dapat menyebabkan infeksi pada jari, tangan dan wajah.

Ada berbagai faktor resiko untuk terinfeksi HPV yaitu :
  1. Kebiasaan berganti-ganti pasangan seksual
  2. Adanya kondisi gangguan sistem imunitas
  3. HPV ditularkan melalui kontak kulit selama hubungan seksual, dan melalui benda-benda yang digunakan dalam aktivitas seksual. Namun, HPV tidak bisa ditularkan melalui toilet atau sentuhan pada benda seperti gagang pintu. 

    Gejala Infeksi HPV

    Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala. Terkadang, kutil yang timbul di kelamin atau bagian tubuh lain merupakan satu-satunya tanda yang timbul. Virus ini tidak bisa diterapi, namun, hampir 90% kasus infeksi HPV hilang spontan tanpa diperlukan pengobatan.

    Infeksi HPV sebagai Penyebab Kanker Serviks

    Beberapa sub-tipe HPV dapat menginfeksi leher rahim (serviks). Infeksi ini selanjutnya menyebabkan perubahan sifat sel. Pada sebanyak 90% infeksi, virus dapat diatasi oleh tubuh, dan sel kembali normal secara spontan. Namun, pada beberapa kasus, infeksi ini dapat berlangsung terus menerus dan menyebabkan pertumbuhan sel-sel leher rahim yang abnormal. 
    Virus yang ada secara terus-menerus ini tidak dapat diterapi, namun pap smear rutin akan mendeteksi perubahan sel di serviks yang diakibatkan oleh infeksi HPV. Dengan penanganan yang tepat, sel-sel abnormal tersebut, yang mengalami perubahan pra-kanker, dapat dicegah untuk berkembang lebih lanjut menjadi kanker. Apabila sel-sel tersebut berkembang lebih lanjut maka akan terjadi perubahan pertumbuhan sel ke arah kanker serviks. HPV 16 dan 18 merupakan penyebab 70% terjadinya kanker serviks, sub-tipe 6 dan 11 merupakan penyebab 90% kutil kelamin.

    Apa itu Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Serviks ?

    Vaksin HPV membantu mencegah infeksi high-risk HPV (sub-tipe 16 dan 18) yang menyebabkan kanker serviks. Manfaat vaksin ini secara maksimal dapat diperoleh apabila seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual. Namun, bagi perempuan yang sudah menikah atau pernah berhubungan seksual, vaksin ini juga bermanfaat karena belum tentu seseorang tersebut pernah terpapar oleh virus HPV dengan sub-tipe yang dapat dicegah oleh vaksin, yaitu HPV sub-tipe 6, 11, 16 dan 18. Vaksin ini sangat direkomendasikan untuk diberikan pada usia 9 hingga 26 tahun, namun bukan berarti seorang perempuan di atas usia 26 tahun tidak boleh mendapatkan vaksin ini. 
    Memang vaksin HPV tidak mampu mencegah hingga 100% kanker serviks, serta tidak dapat menggantikan peran pap smear sebagai pemeriksaan utama dalam mendeteksi dan mencegah kanker serviks. Bagi seseorang yang telah menerima vaksin, tetap diperlukan untuk melakukan pap smear rutin karena sebanyak 30% kasus kanker serviks disebabkan oleh sub-tipe HPV yang tidak dapat dicegah oleh vaksin tersebut.
    gejala kanker serviks


    Saat ini sudah tersedia dua jenis vaksin yang sudah dibuktikan aman dan efektif dalam mencegah infeksi virus HPV.

    Pencegahan Kanker Serviks

    1. Pap smear merupakan cara yang paling efektif untuk mendeteksi kanker serviks. Semua perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual perlu melakukan pemeriksaan pap smear setiap 1-3 tahun. 
    2. Vaksin HPV dilakukan sebagai pencegahan primer untuk virus HPV.
    Selengkapnya

    Pentingnya Mendeteksi Dini Kanker Serviks

    By sulthan on Monday, June 6, 2016

    Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker terbanyak selain kanker payudara yang diderita perempuan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Kanker serviks menjadi penyebab utama kematian karena penyakit kanker. Riset menunjukkan bahwa setiap 2 menit, ada kematian perempuan karena kanker serviks di dunia. Sedangkan di Indonesia, ditemukan 41 kasus baru dan 20 kasus kematian yang disebabkan oleh kanker serviks setiap harinya.

    Kanker serviks sebenarnya dapat dicegah (preventable disease) asalkan terdiagnosis dalam stadium pramaligna/prakanker. Beberapa faktor yang mempermudah terjadinya penyakit ini antara lain : hubungan seks pertama kali dalam usia muda (sekitar 15 - 17 tahun), berganti-ganti partner seks, banyak anak, infeksi kronis genitalia, dan merokok.

    Penyebab Kanker Serviks


    Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang merupakan virus DNA yang menimbulkan perubahan perangai permukaan sel (neoplasia/dysplasia) di serviks. Dari sekian banyak HPV, diketahui hanya tipe HPV onkogenik tertentu yang paling sering menyebabkan kanker serviks, yaitu HPV tipe 16, 18.

    Penularan infeksi HPV dapat terjadi karena hubungan seksual. Resiko penularan menjadi meningkat apabila seorang wanita sering berganti-ganti pasangan seksual, perokok, serta terinfeksi HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya. Penularan juga mudah terjadi karena kekurangan asam folat serta zat-zat antioksidan seperti vitamin C dan vitamin A, resiko juga terjadi pada wanita pengguna KB hormonal jangka panjang.

    Mendeteksi Penyakit Pra Kanker Serviks

    pap smear kanker serviks

    Banyak cara untuk mendeteksi pra-kanker serviks antara lain :
    1. Pap Smear yang merupakan teknik sitologi yang diperkenalkan dr. G. Papanicolaou dan dr. A Babel pada 1928. Hasil pap smear dapat mendeteksi adanya infeksi HPV dan lesi pra-kanker serviks dengan melihat perubahan sel-sel yang terjadi di permukaan sel mulut rahim.
    2. Thin Prep Pap Test untuk meningkatkan akurasi hasil skrining kanker serviks, Teknik ini telah dikembangkan dengan teknik sitologi berbasis cairan (Thin Prep Pap Test). FDA Amerika merekomendasi pemeriksaan menggunakan cara baru ini untuk mengatasi masalah negatif palsu yang sering terjadi pada pemeriksaan pap smear konvensional. Di Eropa, semua pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan teknik Thin Prep. Angka sensitivitas pemeriksaan adalah 60-80%.
    3. Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) yaitu pemeriksaan IVA secara klinik yang dilakukan dengan mengamati serviks dengan terlebih dahulu memberikan pulasan asam asetat (asam cuka) 3 - 5% sehingga hasilnya dapat langsung dilihat dengan mata telanjang. Dugaan adanya kanker serviks bila di permukaan serviks ditemukan adanya epitel (permukaan sel) berwarna putih. Akan tetapi, angka sensitivitasnya hampir sama yaitu 70%.
    4. Tes DNA HPV. Tes ini untuk mendeteksi adanya infeksi HPV dengan cara melakukan usapan pada lendir mulut rahim. Kemudian, sampel lendir tersebut diproses di laboratorium. Bila hasilnya positif, menandakan adanya infeksi HPV onkogenik (16/18/31/33/35/39 /45/51/52/56/58/59/68). Sensitivitas tes ini untuk mendeteksi infeksi HPV mencapai 97%.
    5. Kolposkopi yang merupakan pemeriksaan oleh dokter ginekologi dengan menggunakan alat kolposkopi yaitu mikroskop binokuler dengan sumber cahaya yang terang untuk membesarkan gambaran visual serviks sehingga dapat menegakkan diagnosis adanya kelainan serviks sampai kanker serviks. Indikasi pemeriksaan kolposkopi adalah bila ditemukan adanya hasil positif dari pemeriksaan pap smear, thin prep, IVA, DNA HPV. Alat ini sangat sensitif untuk mendeteksi adanya kelainan pada mulut rahim. 

    Pemeriksaan deteksi dini kanker serviks seyogyanya hanya dilakukan pada wanita yang pernah berhubungan seksual. Skrining dapat mulai dilakukan 2 tahun setelah perempuan melakukan hubungan seksual yang dilanjutkan dengan pemeriksaan setiap tahun. Untuk perempuan belum menikah, dapat melakukan pencegahan primer dengan pemberian vaksin HPV sejak usia dini 9 - 10 tahun.

    Kanker serviks atau yang secara awam dikenal dengan kanker mulut rahim atau kanker leher rahim tidaklah sama dengan kanker rahim. Serviks merupakan organ yang berada di antara liang vagina dengan rahim (uterus); merupakan pintu masuk sperma menuju rahim ketika berhubungan, serta merupakan pintu keluar darah menstruasi maupun janin saat melahirkan pervaginam. Sedangkan rahim merupakan tempat pada umumnya janin berkembang saat kehamilan. Kanker serviks atau mulut rahim dideteksi dini dengan Pap Smear, sedangkan kanker rahim tidak dapat dideteksi melalui Pap Smear.


    Ingat Bahaya Kanker Serviks!

    1. Lakukan skrining kanker serviks.
    2. Jangan sampai menunggu adanya keluhan.
    3. Datang ke tempat periksa untuk pemeriksaan PAP SMEAR/IVA.
    4. Jika ditemukan kelainan prakanker, ikutilah pesan petugas/dokter.
    5. Apabila perlu pengobatan, jangan ditunda.
    6. Pada tahap ini, tingkat kesembuhannya hampir 100%.
    Selengkapnya

    "what is internet in hindi" || internet kya hai (in hindi)

    What is internet in hindi ||history of internet in hindi "What is internet in hindi", today we all are trying to know about what i...