Showing posts with label Road to Success. Show all posts
Showing posts with label Road to Success. Show all posts

Tentang Progress..

By sulthan on Sunday, May 21, 2017


Kesuksesan tidak terjadi dalam semalam, dan tidak ada yang bisa menjamin kapan kita akan meraihnya. Tugas utama kita bukan untuk sukses, namun untuk terus berusaha.. Let Allah decide the end result..

Saya jadi ingat jaman bikin TA (tugas akhir) waktu kuliah di ITB dulu. Saya pengen banget mengambil topik & dibimbing oleh dosen pembimbing sy. However, beliau punya keluarga di luar negeri sehingga harus bolak balik kesana (kalo gak salah) setiap 3 bulan sekali. Pilihannya adalah, saya tetap menjadi anak bimbing beliau tapi: lulus maret 2010 (karena manunggu beliau pulang dr ln), atau lulus Juli 2009 yang artinya sy punya waktu hanya sekitar 4 bulan untuk mengerjakan TA (blm urusan gonta ganti topiknya 😑), atau ganti pembimbing. Gak bisa ikut batch kelulusan Oktober seperti mayoritas mahasiswa lainnya. Pilihannya cuma lulus lebih cepet, atau ga.

Challenge accepted, sy coba kejar TA selama 3/4 bulan itu. Dan bener-bener challenging karena basically sy tipe mahasiswa biasa aja, yg ttp suka titip absen & ngerjain tugas SKS ✌ tapi sy berusaha untuk tetap menjaga prinsip 'never zero progress'. Setiap hari, sy kerjakan TA walau cuma 1 paragraf, dan sy kejar pembimbing untuk rutin bimbingan seminggu sekali. Dengan survey lapangan kilat yang alhamdulillah nya dibantu teman-teman sy, akhirnya sy berhasil juga ngejar lulus Juli & jadi lulusan ke 3 di angkatan saya. 18 Juli 2009.. Saya bersama 2 orang teman seangkatan diwisuda bersama senior-senior (teman-teman lain menyusul kemudian di bulan Oktober & Maret). Alhamdulillah..

So the point is, penting untuk yakin bahwa selama kita terus berusaha & yakin, titik terang akan mulai terlihat sedikit demi sedikit untuk apapun permasalahannya.. So, just keep going! Don't quit. Because no matter how small it is, progress is progress.. :)

#bintansays
#bintanandbusiness
Selengkapnya

Advices for My Brothers

By sulthan on Tuesday, January 3, 2017




Sebagai sulung dari 5 bersaudara, saya pernah cerita tentang bagaimana rasanya punya adik banyak, dan saat ini, saya lagi galau. Galau karena adik laki-laki pertama saya (anak ketiga)  pergi merantau ke Ternate untuk mengejar mimpinya. Oportunis memang, di saat saya sendiri sejak kuliah sudah ‘merantau’ (walaupun ngekost satu kota, tapi sudah tidak tinggal dengan orang tua), setelah itu ke Australia, lalu tinggal di Korea, tapi saat saya dengar kabar bahwa adik saya diterima kerja di Ternate, saya speechless juga.

Adik saya ini namanya Hilmy, waktu kecil kayaknya dia yang paling sering saya bully karena walaupun laki-laki, tapi perasanya luar biasa. Dikit-dikit berkaca-kaca, mellow.. Jadi seneng ngejailinnya (haha). Tapi walaupun begitu, dia tengil juga. Pernah suatu ketika dia sangat mengganggu saya di kamar saya, saya dorong keluar dari kamar sampai dia tersurung tapi tetap saja tuh hahahihi. Boys.. Beranjak remaja, beuh makin nyebelin. Disuruh susah, super males, gak mau susah, dan hobinya berantem rebutan motor dengan kedua adik laki-lakinya. Belum lagi kebiasannya pelor alias nempel molor, tiduuuurrr mulu. Saya sebagai kakak sampai pusing mikirin masa depan dia.

However, karena saya selalu didoktrin dari kecil untuk jadi panutan, saya gak bosen-bosen untuk menasehati dan menyemangati dia. Walaupun awalnya masuk telinga kiri keluar telinga kanan, tapi lama-lama bondingkami sebagai kakak-adik terbangun cukup kuat. Hal ini juga berlaku untuk ke-empat saudara saya yang lain. Saat kami bingung memutuskan suatu hal, atau ada masalah, siblings pasti jadi salah satu tempat aduan kami. Alhamdulillah, bonding dengan saudara kandung yang kuat membuat kami saling menjaga dan mengingatkan untuk selalu berada di ‘jalan yang benar’. Kami berlima juga percaya bahwa saudara kandung adalah orang yang bisa banget dalam waktu bersamaan sayang dan benci sama kamu, tapi sesebel-sebelnya, they will always love you after all.. Kalau kata Bahasa Sunda sih, buruk-buruk papan jati. Hehehe.. Anyway, back to Hilmy, saat dia SMA, dia memilih untuk masuk ekskul keamanan dan saat kuliah dia memilih untuk masuk grup pecinta alam. Disinilah external forces dimulai dimana mental dan kedisiplinan dia terlatih. Hasilnya, sekarang dia adalah 23 years old independent, responsible, and kind hearted young man.

And I can’t be more proud..

Dan sekarang, sebagai kakak yang cerewet, jujur saya gak bisa melepas begitu saja tanpa nyanyinyu aneka rupa nasehat. Tapi apa daya waktu dan tempat tidak memungkinkan untuk saya ceramah panjang lebar secara langsung sama dia. So here it is saran-saran cece untuk kalian adik-adik laki-laki yang sudah beranjak dewasa..

TENTANG PENGEMBANGAN DIRI
1.         Make your dreams bigger than you. Kalau kata Nidji “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia..” it’s true! Jangan takut untuk bermimpi besar, karena itulah yang menggerakan kita. Visualisasikan mimpimu, bikin vision board, ‘angkat ke langit’ dengan doa sepenuh hati.
2.         Investasi waktu, tenaga, dan uang untuk terus belajar & mengembangkan diri. Jangan pernah berhenti belajar, terutama untuk skill-skill yang gak ada sekolahnya. Ilmu agama, bahasa asing, internet marketing, entrepeneurship, soft skills, anything! Jangan lewatkan seharipun tanpa menambah ilmu. Beli buku, ikut seminar, tonton webinar, banyak jalan mencari ilmu.
3.         Exposure is everything. Never miss an opportunity, selagi masih muda.. Visit new places, meet new people, take new roles, be rich! Pengalaman kamu melihat berbagai pola hidup yang berbeda-beda bakal meningkatkan wisdom kamu.
4.         Never enter a battlefield without armors. Dalam segala hal. Mau presentasi? Latihan depan kaca, persiapkan dan proofreadberkali-kali materi presentasi kamu. Mau nikah? Perkaya diri dengan ilmu agama tentang pernikahan, pahami peranmu sebagai suami nantinya. Mau bisnis? Asah skill jualan, belajar bisnis dari buku, video-video pengusaha, dll.
5.         Don’t be afraid of failure and pain, those are part of growing. Be afraid of not learning anything from a circumstance. That’s the real problem.
6.         Have courage and be kind. Jangan takut untuk jadi orang yang ‘terlalu baik’, because you can’t be too nice or too kind. Maybe some people will take advantages of you, but that will be your lesson and that’s their disadvantages, not yours.

TENTANG FINANSIAL
7.         The goal is to BE rich, not to LOOK rich. To be financially secured, not having lots of money. Buat apa gaya kalau untuk hidup sehari-hari aja susah. Buat apa jalan-jalan tinggal di apartment kalo yang cicilin orang tua. Buat apa banyak duit, kalau habis cuma buat cicilan dan makan harus hemat-hemat?
8.         Hiduplah di bawah kemampuan. Berapapun penghasilan kamu, anggaplah kamu hanya bisa hidup di setengah angka tersebut. Sisanya? Tabung, invest. Jangan tergoda untuk menaikkan lifestyle secara cepat. It’s so eazy to scale up your lifestyle, but it’s hard af to scale it down. Jadi, daripada nanti pusing kalau tetiba harus nurunin lifestyle, lebih baik biasakan diri hidup di bawah kemampuan.
9.         Hati-hati dengan hutang. Baca lagi poin nomor 6. Apalagi untuk hutang yang sifatnya konsumtif. Cicil HP? Cicil mobil? Think twice before you decide! Kalau belum ada uangnya, berarti belum mampu.Terlebih, dosa riba nya itu lho.. :/ Ingat pesan cc tentang Delaying Gratification? Latih terus skill itu.
10.   Save & invest while you’re young, while you’re single, jadi kamu gak perlu repotin orang tua (apalagi mertua) saat sudah menikah nanti.

TENTANG CINTA & KELUARGA
11.   Beauty & wealth may fade, choose a wife based on their believes, heart & attitude.
12.   Kamu mungkin akan menemukan wanita yang mau diajak susah, tapi jangan bawa mereka hidup susah untuk waktu yang lama. Gak apa-apa jika saat setelah menikah kamu baru mampu tinggal di kontrakan 1 kamar, tapi bok ya terus ikhtiar & jangan lama-lama disananya. Kosan 1 kamar harus bisa jadi mansion 10 kamar secepat mungkin. Didampingi dalam proses menuju suksesnya itu yang penting, bukan istrimu mau apa gak diajak susah. Jangan salah fokus. Hehe.. Baca lagi post cece tentang “Mau/Gak Mau Diajak Hidup Susah
13.   Laki-laki akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat atas 4 wanita, ibunya, anaknya, saudara perempuannya, dan istrinya. Make time to take care them all, but most of all, muliakan mama..
14.   Jangan anggap istrimu sebagai pengganti ibumu. Jangan harap dia bakal ngerawat dan ngurus kamu seperti mama. Mama bertemu kamu dengan kewajiban untuk melindungi kamu, sedangkan istrimu bertemu kamu dengan harapan untuk dilindungi olehmu. Please understand that. Kasih dia waktu untuk beradaptasi dalam kehidupan rumah tangga. Saling bantu.
15.   Memasak, mencuci, dan tugas rumah tangga lainnya BUKAN (hanya) KEWAJIBAN WANITA, itu adalah basic life skills yang harus dimiliki semua orang baik wanita maupun pria, jadi latihan dari sekarang mumpung masih single, supaya nanti saat istri baru melahirkan, sedang dinas luar kota, atau sedang sakit, kamu bisa survive.
16.   Sesulit apapun hidupmu nanti, usahakan jangan sampai membebani orang tua, apalagi ketika kamu sudah menikah, apalagi sama orang tua istri (mertua), apalagi membebani di urusan DUIT. Orang tua adalah ladang ibadah dan amal kita, jadi jangan pernah sedetikpun terlintas keinginan untuk disupport orang tua lagi, instead, fokuskan pada bagaimana kamu bisa berbakti dan membahagiakan mereka.
17.   It takes two to parent, ayah-Ibu. Pastikan kamu menjalankan peranmu dengan benar. Belajar ilmu parenting, terlibat & kerjasama dengan istri dalam mendidik anak-anak kamu.

TENTANG KARIR
18.   Gengsi leads you nowhere. Tidak usah minder melihat teman-teman yang bekerja di perusahaan asing. Tidak masalah kerja dimana atau kerja apa, selama diniatkan untuk ibadah dan dilakukan sepenuh hati, PASTI berhasil.
19.   Value before money. Selalu berikan 100% your potential dimanapun kamu berada. Good, better, best. Never let it rest. Always do your best, ‘til your better best. Uang, adalah bonus dari values yang kamu berikan & relationship yang kamu bina.
20.   Ambisius boleh, serakah jangan. Ambisi adalah kekutan yang mendorong kamu untuk terus maju, ada keringat dan strong will di dalamnya. Tapi, saat kamu melupakan values kamu, disitulah ambisimu menjadi keserakahan. Saat kamu mulai mengesampingkan hak-hak orang lain, atau mengambil lebih dari yang seharusnya kamu punya. So, hati-hati dengan ambisimu.
21.   Latih terus enterpreneurship skill. 9 dari 10 sahabat Rasul yang dijamin surga adalah saudagar, jadi sebagai Muslim, berbisnis itu memang sudah runs in our blood. Either nantinya akan membangun bisnis sendiri atau tetap berkarir di perusahaan yang sudah settle, semangat & attitude entrepreneurship akan tetap membawa kamu ke puncak.

Last but not least.. Itaqullah.. Takutlah akan Allah, tetaplah istiqomah & percaya dengan janji-janji Allah. Hauslah akan ilmu agama, & rindulah akan surga..


-->
See you on top!

PS: tidak perlu minta izin, jika artikel ini dirasa bermanfaat, silakan share. :)
Selengkapnya

30 before 30

By sulthan on Tuesday, July 9, 2013

Tahun ini saya akan berumur 26 dan itu artinya saya sudah menghabiskan setengah dari masa 20's saya.. Sisa 5 tahun lagi sebelum saya menginjak kepala 3. Saya pribadi punya goal-goal pribadi yang harus saya capai sebelum usia 30, beberapa sudah ada yang tercapai, beberapa belum. Dan kemarin, sambil kembali melihat visi-visi saya, saya googling tentang apa sih yang harus disiapkan sebelum mencapai usia 30? Dan berikut adalah 30 hal yang perlu dilakukan sebelum kamu menginjak usia 30;


1. See the World
Uang dan barang bisa habis, tapi kenangan dan pengalaman bakal tetap abadi dan bisa jadi warisan berharga untuk anak cucu. Kamu bakalan bisa melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda. Kamu bisa melihat bahwa dunia ini sangat heterogen. Oleh karena itu, drag you lazy a** off and go out see the world!! Travelling dan lihat tempat-tempat baru. Jangan sampai menyesal nanti seperti yang disebutkan di artikel ini. Gak usah ke luar negeri, jalan-jalan ke kota lain, jalan kaki ke kampung sebelah komplek, coba jalan ke pasar tradisional buat yang belum pernah, ke pantai, dll. Trust me, it's easier to do it now than later with babies in your hands.

2. Live Alone
 Selama ini kamu hidup dengan orang tua, saudara, dan teman-teman kamu setiap hari dan sangat nyaman dengan keadaan itu. Sekali-kali, cobalah hidup sendirian dan kamu bakal dapet kesempatan buat lebih mengenal diri kamu sendiri. Caranya banyak! Cari magang ke perusahaan di luar daerah kamu (cari yang paid internship alias yang dibayar), cari beasiswa ke luar kota/negeri, ikut program volunteering kayak AIESEC, ikut pertukaran pelajar, dll.



3. Cari Jodoh dan Get Married
Beberapa orang mungkin menyerahkan urusan jodoh 100% pada Tuhan, padahal 50-50 lho.. Usaha kita juga ngaruh. Seperti yang teman saya bilang "jodoh itu pilihan hati, dan Tuhan bantu kita untuk mewujudkannya". Jangan menunda-nunda karena alasan ingin mengejar karir, karena kalau memang harus 'menyeleksi' dulu, sekaranglah saatnya. Soal karir dan mapan bisa diurus dan dikompromikan setelah menikah, begitu pula dengan soal punya anak (saya juga 'menunda' selama hampir 2 tahun). Hidup gak harus 180 derajat berubah setelah menikah, yang penting halal dulu supaya tenang dunia-akhirat. Hehehe


4. Do Volunteering Work or Internship
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya. Nah, walaupun tidak dibayar, volunteering work atau bekerja sukarela banyak sekali memberikan manfaat, diantaranya mengasah social skill, EQ, dan meningkatkan pengalaman professional kita (sangat menjual di CV). Malah orang-orang di negara maju rela membayar ribuan $$$ demi mengikuti program volunteering ini (contohnya cek Global Volunteer, International Student Volunteer, dan Global Volunteer Project). Seperti foto di bawah ini adalah teman Portugal saya yang ikut volunteering ke Kenya. Nah, mumpung belum terlalu banyak tanggungan, lakukanlah kerja sukarela ini di awal-awal 20an kamu. Caranya banyak! Bisa bantu-bantu LSM, bantu-bantu mesjid, mengurus karang taruna di kompleks perumahan kamu, atau yang lagi happening.. Ikutan Indonesia Mengajar.

So proud of you, Curly!

Adik saya aktif sekali mengurus Komunitas Sahabat Kota
dan saya sempat jadi relawan dan narasumber utk mereka

5. Try New Things
Belum pernah cat rambut seumur hidup? Coba! Susah buat bicara di depan umum? Tawarkan diri jadi MC sebuah acara atau presenter untuk tugas kelompokmu! Seumur hidup selalu dianter-jemput? Coba naik kendaraan umum! Ngerasa gak punya skill? Ikut kursus jahit, nyanyi, montir, atau masak! Selama ini suka cuek-cuek aja sama satpam kampus/kantor? Suatu hari coba sapa! Pokoknya apapun yang gak biasa kamu lakukan, coba lakukan..

Coba belajar pencak silat, mungkin?

6. Get Over the Past
Setiap manusia pasti punya penyesalan dan permasalahan di hidupnya. Entah itu gak bisa bareng sama orang yang kamu cinta, salah pilih jurusan waktu kuliah S1 dulu, menyesal karena suka ngelawan ortu sebelum mereka meninggal, dsb. Apapun itu.. Let go and move on! Jadilah dewasa dan pandanglah jauh ke depan.. Yang lalu biarlah berlalu, yang tidak boleh dilupakan adalah pelajaran dari setiap peristiwa supaya kita jadi orang yang lebih baik lagi. God knows best for you..

7. Re-invent Yourself
Ada yang bilang sifat buruk kebawa sampe tua. That's true.. So does sifat baik. Jadi sekarang saatnya untuk stop, reflect, dan rethink tentang diri kamu sendiri. Temukan apa sih yang sebenarnya kamu mau dalam hidup, apa sih yang kamu suka, apa yang ingin kamu lakukan, sifat buruk apa yang kamu tidak suka dari diri kamu, dan bagaimana jadi orang yang lebih baik lagi. Be wiser.



8. Olahraga Rutin dan Membentuk Badan
Banyak teman-teman saya (termasuk saya sendiri) menggendut setelah menikah. Apalagi setelah punya anak. Mungkin karena waktu untuk olah raga jadi berkurang juga kali ya.. (atau terlalu happy. haha) Nah, mumpung sempet, mumpung sehat, mumpung masih bertenaga, olahraga rutin dan bentuk badan impian kamu.


9. ‘Berdamai’ dengan Orang Tua dan Keluarga
Udah bukan jamannya lagi ah berantem adu argumen atau sebel-sebel sama orang tua. Well yah.. Mungkin memang gak semua orang lahir dari orang tua yang baik atau hebat, tapi kita gak bisa milih mau dilahirkan di keluarga mana, toh? Parents are Parents, no matter what. Jadi, daripada dosa dan gak berkah seumur hidup, mulailah memuliakan orang tua kamu. Gak harus memberi secara materi. Sometimes a simple "I love you" sms could makes your mom happy..

Cause you can always come back to them..

10. Lakukan Sesuatu yang (physically) Challenging
Kalau kamu belum pernah mencoba olahraga ekstrim, coba deh! Rafting, bungee jumping, parasailing, dll Mumpung jantung dan fisik masih kuat, manfaatkan!

Saya pernah coba parasailing waktu honeymoon di Bali dan berhubung saya kurang kuat
narik talinya pas mau landing, jadilah 'terdampar' di angkasa 80 meter dari permukaan laut 
selama kurang lebit 15 menit. Hillarious! Tapi jadi kenangan tak terlupakan

11. Menanam Pohon
Ini juga merupakan investasi untuk masa depan kita dan anak cucu. :) Tentunya gak cuma mau mewarisi udara kotor dan langit berpolusi kan? Setidaknya tanam 1 pohon untuk mensuplai kebutuhan oksigen rumah kita sendiri. Selain itu, menanam pohon buah-buahan juga nantinya bisa dinikmati saat kita sudah tua. Tinggal panen. Hehehe..



12. Menabung
Sudah dapat dipastikan bahwa semakin ke depan, pendapatan kamu akan semakin meningkat. Tentunya! Menikah, mau sekolah S2, punya anak, perwatan orang tua, dll. Yang tidak dapat dipastikan adalah, pendapatan kita. Karena memang pendapatan juga pasti meningkat, tapi force majeur atau kejadian tak terduga bisa saja terjadi, dan setelah kita memasuki usia pensiun, pendapatan akan terjun bebas. Nah.. Jadi, jangan sampai pendapatan kita tidak mampu memenuhi kebutuhan primer kita di masa kini dan mendatang. Artinya apa? Lagi-lagi delaying gratification dengan menabung dari sekarang. Simple nya sih, kalau kamu bisa pakai iPhone, tas/baju branded, mobil, dan barang-barang mewah lainnya, kamu tidak seharusnya masih mengeluh tentang mahal bayar kontrakan, mahal beli obat, atau repot ngasih uang bulanan ke orang tua. Primary first, then secondary, then tertiary. Bukan dibalik.

13. Belajar Bahasa Asing
Semakin tua, kayaknya akan semakin susah untuk menangkap pelajaran, nah mumpung masih muda asah kemampuan berbahasa kamu. Inggris sudah pasti harus lancar, tambah bahasa yang lain boleh juga. :) como estas?

14. Perlancar Bahasa Daerah & Pelajari Budaya
Jangan malu berbahasa daerah! Apalagi berbahasa Indonesia. Rumor has it.. Bahasa Indonesia bakal jadi bahasa resmi Asia-Pasifik nantinya. Nah, kalau soal bahasa daerah, sebenernya kita tuh beruntung karena naturally bilingual, which means we're supposed to be smarter that they who only speak 1 language. Lestarikan warisan budaya kita, dan ajarkan nanti sama anak-anakmu.

15. Start New Business
Kalau kamu berpikir untuk jadi pengusaha, disini lah saatnya untuk memulai. Pengen jadi pengusaha tapi masih galau? Disini juga saatnya. Seenggaknya kalau kamu merasa tidak cocok, belum ada kata terlambat untuk loncat karir. Dan kalau kamu cocok, pada saatnya kamu 'berumur' dan berkeluarga, usahanya sudah cukup matang untuk bisa membuahkan hasil sehingga kamu tidak meresikokan keluarga nantinya, khususnya untuk para cowo. :)

16. Work Your Dream Job
 Masih ingat cita-cita kamu waktu kecil? Terkadang lucu! Om saya dulu ingin jadi tukang parkir, ada juga yang ingin jadi guru, ada yang mau jadi model, dsb. Then try it on! Apply ke magang ke modelling agency atau rumah sakit hewan atau restoran, you name it! Coba melakukan dream job kamu dan kalau kamu gak suka, awal 20-an adalah saatnya mengeksplor apa yang menjadi passion kamu dan apa yang nyaman untuk kamu kerjakan sebelum akhirnya kamu menemukan the right job for you. This is the time to be labil in job, it's alright to jump in jump out as long as you have the clear vision ahead! And it's normal! Hampir semua orang mengalami masa galau karir di usia 20an.

Ini juga saatnya mencoba pekerjaan-pekerjaan yang 'membutuhkan tip' karena kamu akan belajar bgt tentang kerja keras dan menghargai orang. Pengalaman sendiri waktu part time di Pizza Hut pas jaman kuliah, dan itu bukan hal asing di luar negeri sana. 85% mahasiswa di Australia punya pekerjaan sampingan. Teman-teman Indonesia saya yang bekerja di sana juga bekerja seperti itu. Rata-rata di restoran atau retail.  Jadi buang jauh-jauh gengsi kamu dan ambil pelajarannya.

Main ke Pizza hut lagi 3 tahun setelah saya kerja di sana, dan teman saya sudah jadi ibu bos. Hihi

17. Nonton Konser
Mendengarkan musik via iPod atau nonton YouTube memang seru, tapi euphoria nya gak akan sama dengan nonton konser live jingkrak-jingkrak. Dan euphoria ini adalah salah satu feeling dan memory yang worth to try. Jujur aja orang tua saya gak pernah memperbolehkan saya pergi nonton konser karena mereka khawatir ada apa-apa, dan sebagai anak, saya cuma bisa nurut daripada kualat. Setelah menikah, suami mengijinkan saya nonton konser, akhirnya saya nonton konser Maroon 5 di Sydney and it was soooo awesome! #norakmode. :p


18. Mencoba Berbagai Macam Style
Gak mungkin kan orang umur 42 tahun berdandan ala Emo style atau K-Pop?? Gak mungkin juga ibu-ibu anak 3 pake baju yang heboh plus ribet. Makanya mumpung masih muda, coba berbagai macam gaya, be a fashion victim! Cat rambut, pakai kemeja warna terang, pake high heels yang insanely high, whatever!

19. Update sama Lagu-Lagu Baru
Ga ada alasan sih. Supaya kalau datang reuni berapa dekade mendatang, kita bisa nyanyi kalau didaulat harus nyanyi. Hahaha.. (penting abis).

20. Belajar Nyetir
Nyetir apapun ya.. Motor, mobil, asal jangan cuma bombom car aja. Hehehehe.. Selain karena malu dong udah tua baru belajar nyetir, juga bakalan dibutuhkan kalau untuk anter-jemput anak ke sekolah juga.

21. Mulai Mengoleksi Sesuatu
Pilih sesuatu yang unik dan kamu banget untuk dikoleksi.Selain menyenangkan, juga ngasih kamu 'potential' job' saat pensiun nanti. Biar ada yang diurusin.. Hehe.. Saya dan suami mengoleksi Snow Globe dari berbagai belahan dunia.

22. Belajar (perdalam) Agama
Umur 20an adalah masa peralihan dari remaja ke dewasa. Setelah melewati fase ini kita akan mengemban tanggung jawab yang jauh lebih besar, keluarga. Untuk bisa memimpin istri/anak-anak kamu nanti, tentunya dibutuhkan fondasi agama yang kuat. Siapa sih yang mau anaknya nanti jadi gak bener, tapi akan lebih sulit mendidik nantinya jika kamu gak membenahi diri dulu dari sekarang.

23. Road Trip
Jalan-jalan bareng temen-temen dengan menyetir mobil. Bukan dalam kota lho ya. Yang jauh! Seperti misalnya road trip dari Jakarta ke Surabaya atau dari Bandung ke Bandar Lampung. Seru lho dan yang pasti banyak pengalaman dan kenangan yang bisa diceritakan nanti. Bisa pinjam mobil orang tua ataupun sewa rame-rame. Yang harus diingat, tetap patuhi peraturan lalu lintas dan hati-hati selalu.

 Saat road trip ke Kiama dan Wollongong di bulan-bulan terakhir di Sydney

24. Memiliki (atau at least merencanakan) Asuransi dan Investasi
Di kantor suami saya sempat ada pelatihan tentang merencanakan masa pensiun. Dari data yang dipaparkan, diketahui bahwa rata-rata orang Indonesia baru memikirkan masa pensiun saat mereka sudah menginjak usia 50-60 tahunan. Sedangkan orang Amerika 30-an. dan orang Jepang 40-an. Artinya apa? Kita beberapa langkah lebih belakang. Well.. Punya gadget keluaran terbaru atau berhasil nyicil mobil di umur 20-an mungkin terlihat membanggakan, tapi coba dipikir lagi. Kalau kita bisa men delay gratification kita untuk hal-hal yang sebetulnya kita belum perlu atau belum mampu untuk miliki, dan menyimpannya dalam bentuk investasi instead, hasilnya akan lebih besar di masa mendatang. Asuransi dan investasi merupakan dua hal yang wajib dipikirkan sebelum umur 30 karena itu menyangkut kesejahteraan kamu dan keluarga di masa mendatang.

25. Baca sebanyak-banyak nya
Entah itu baca buku fiksi, buku psikologi pengembangan diri, buku agama, majalah, koran, dsb BACA! Karena sebelum umur 30 ini, pola pikir kamu harus diasah supaya kamu siap menghadapi tantangan hidup yang makin beragam dan kompleks ke depannya, dan dengan membaca, kamu gak membiarkan otak kamu 'beku' dan melatih kamu untuk berpikir kritis.

26. Socialize!
Seiring bertambahnya umur, orientasi orang pasti semakin ke keluarga, termasuk teman-teman kamu yang nantinya akan lebih fokus sama keluarganya masing-masing. Oleh karena itu, mumpung belum berbuntut, seize the days with your friends! Cari teman sebanyak-banyaknya.. Kenalan sebanyak-banyaknya. Kunjungi tempat-tempat yang seru, sleepover, begadang cekikikan sampai pagi, aktif berorganisasi, dll.

27. Beli Emas Batangan
Harga emas memang naik turun, tapi cenderung naik terus kalau kamu merencanakan membeli emas untuk investasi jangka panjang. Beli emas batangan di usia 20-an akan membantu kamu di usia 30 atau 40an saat kamu memerlukan dana dadakan, misalnya untuk biaya sekolah anak. Plus, menyimpan harta dalam bentuk emas lebih menguntungkan karena emas tidak terkena inflasi dan bisa 'menyehatkan' ekonomi makro juga. Bahkan politisi Swiss Stamm Luzi bilang: “Gold reserves guarantee the stability of the Swiss franc. They ensure that private savings, salaries, pension keep their value.” (lihat lengkapnya)



28. Reward Yourself!
Walaupun kamu harus menabung dan berhemat di usia 20-an ini, tapi tetap kamu pantas mendapatkan reward atas apa yang sudah kamu usahakan selama ini. Di umur 20-an kamu akan lulus kuliah, dapat pekerjaan baru, dll.. Jadi gak ada salahnya beli sesuatu yang ridiculously expensive for yourself. Selama itu hadiah setelah kamu bekerja keras dan disesuaikan dengan kemampuan financial kamu. Saya ingat reward saya adalah... Designer handbag (no tas KW)!! hehehe..

29. Jadi Dewasa
Sadar bahwa kamu adalah manusia dewasa sekarang dan kenapa kamu harus bersikap dewasa. Bukan saatnya lagi kamu rungsing karena gak bisa mendapatkan apa yang kamu mau, atau orang tidak bertindak sesuai yang kamu mau. Ambil tanggung jawab, tepati janji, tepat waktu, berhenti mencari alasan, menahan emosi, tidak menyalahkan orang/keadaan, dan berlapang dada. Grow up!

30. Bikin List 40 before 40
Dan terakhir.. tentunya persiapkan lagi hal-hal seru untuk mengisi umur 30-an kamu! ;)

So? Itu hasil riset saya.. Sisanya dan yang lebih detailnya bisa disesuaikan dengan keperluan, visi, dan cita-cita pribadi kamu. Have a fabulous 20's yeaaaah!!

PS: it took 2 weeks for me to finish this post. Pheew..
Selengkapnya

"what is internet in hindi" || internet kya hai (in hindi)

What is internet in hindi ||history of internet in hindi "What is internet in hindi", today we all are trying to know about what i...